Komisi III Nilai Perencanaan Proyek Disdik Gagal

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor menyikapi perencanaan proyek pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Caringin, Kecamatan Caringin. Sebab, proyek yang bersumber dari Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor, tahun 2020 sebesar Rp 2,4 miliar lebih itu, tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Sekretaris Komisi III, Fikri Hudi Oktiarwan menuding, gara-gara perencanaan yang gagal, kondisi bangunan SMPN 2 Caringin yang baru saja selesai dikerjakan pihak pelaksana PT. Indi Daya Karya belum bisa digunakan.

 “Lihat saja, akibat gagalnya perencanaan, bangunan ini tidak bisa digunakan,” ungkapnya kepada wartawan saat melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) Komisi III ke beberapa titik proyek kegiatan pembangunan yang ada di wilayah selatan Kabupaten Bogor, Selasa (12/1).

Menurut Fikri, harusnya Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan perencanaan yang matang saat mengalokasikan anggaran untuk proyek sekolah tersebut. “Perhitungan biaya harus matang. Jangan sampai dipaksakan seperti ini, bangunan belum selesai tapi didalam perencanaan sudah 100 persen,” paparnya.

Politisi PKS ini memprediksi akan terjadi delay atau penundaan pemanfaatan fisik bangunan selama dua tahun. Pasalnya, untuk tahun ini dari Disdik hanya mengalokasikan anggaran lanjutan sekitar Rp 1,3 miliar.  “Terus saat saya tanya berapa lagi biaya yang harus dialokasikan agar bangunan sekolah ini selesai, nominalnya masih besar kisaran 4,8 miliar lagi,” paparnya.

Sementara, kata Fikri, untuk mengalokasikan anggaran yang lain ke lokasi proyek di SMPN 2 Caringin, sangat sulit. Sehingga, dipastikan bangunan sekolah itu akan selesai dan bisa dimanfaatkan KBM sekitar dua tahun lagi.

“Terkecuali kalau dialokasikan di anggaran luncuran pada bulan Februari nanti. Tapi itu pun tidak akan bisa terkaver semua,” tegasnya.

Fikri berharap kedepan Disdik lebih matang lagi dalam melaksanakan perencanaan pembangunan agar kejadian seperti sekarang tidak terulang kembali di tahun berikutnya.  “Kalau mau, satu-satu dulu beresin. Tahun ini kan ada tiga proyek, yakni SMPN 2 Caringin, SMPN 3 Megamendung dan SMPN 3 Jonggol, buat apa bila bangunannya tidak langsung dapat dimanfaatkan,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Disdik Kabupaten Bogor, Rameni mengungkapkan, pengalokasian anggaran untuk pembangunan proyek SMPN 2 Caringin, awalnya sebesar 4 miliar lebih. “Tapi begitu ada Covid-19, akhirnya anggaran dipangkas,” jelasnya.

Rameni menjelaskan, di tahun 2021 pun Disdik hanya mengajukan anggaran untuk lanjutan SMPN 2 Caringin sebesar Rp.1,3 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pemagaran. “Inginnya sih tahun sekarang beres semua. Biar tahun depan bisa di manfaatkan,” tegasnya.

Ia berharap dukungan anggota dewan mengalokasikan anggaran tambahan di luncuran pada Februari untuk menyelesaikan pembangunan sekolah ini. “Sekitar 4,8 milair lagi kekurangan anggarannya. Jadi totalnya sebesar 6 miliar untuk pembangunan SMPN 2 Caringin,” tukasnya.

Selain ke lokasi SMPN 2 Caringin, Komisi III juga melakukan Kunker ke proyek RSUD Ciawi, pembangunan Rest Area Gunung Mas, proyek Pasar Cisarua dan pembangunan GOR Cibeureum, Kecamatan Cisarua.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here