Pemdes Cileungsi Geram, Tapos Garden Belum Kantongi Perizinan

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, dibuat geram oleh pengusaha Tapos Garden. Pemilik tempat wisata untuk warga yang akan berfoto itu, tidak mentaati peraturan pemerintah.

Kepala Desa (Kades) Cileungsi, Baban Subandi mengaku kesal dengan sikap pengusaha Tapos Garden yang ada di wilayahnya tersebut. Sebab, pemilik tempat wisata seolah-olah tidak menghargai pemerintahan. “Masa saya datang ke lokasi, pihak pengusaha malah tidak mau menemui,”  ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, keberadaan Tapos Garden yang dulunya kebun dan saat ini di sulap menjadi tempat wisata, baik itu warga lokal maupun luar desa hingga daerah, belum mengantongi perizinan. “Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) juga belum ada. Apalagi izin yang lain,” ujar Kades Cileungsi yang baru saja terpilih kembali tersebut.

Namun, lanjut Baban, untuk persoalan izin lingkungan, pihak pengusaha sudah memprosesnya. “Kalau izin lingkungan sudah ada,” paparnya.

Baban menyayangkan dengan sikap pengusaha yang tidak mentaati aturan dalam hal ini perizinan. Padahal, saat ini pihak pengusaha sudah memberlakukan karcis masuk kepada setiap pengunjung.

“Para pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar 5000. Itu belum dengan biaya parkir kendaraan,” jelasnya.

Selain itu, kedatangan pihaknya untuk mensosialisasikan terkait keluarnya surat keputusan Bupati Bogor Nomor : 443/14/Kpts/ Per-UU/2021Kpts/ tentang perpanjangan kedelapan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar pra adaptasi kebiasaan baru, menuju masyarakat sehat, aman dan produktif melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di Kabupaten Bogor.

Baban menjelaskan, berdasarkan surat keputusan Bupati Bogor itu, para pelaku usaha terutama lokasi yang kerap mengundang kerumunan agar mentaati Protokol Kesehatan (Prokes), sebagaimana yang tertuang didalam surat keputusan tersebut. “Jadi para pengusaha harus mentaati surat keputusan itu,” paparnya.

Sementara, di lokasi Tapos Garden terlihat banyak para pengunjung, baik itu yang berasal dari warga setempat, luar kecamatan hingga daerah yang tidak mentaati Prokes, yakni tidak menggunakan masker.

Pantauan di Tapos Garden, tidak hanya tempat untuk berfoto saja, tetapi pengusaha juga sudah menyediakan sejumlah tempat berbentuk saung karena dibangun hanya dengan menggunakan bambu yang berjejer termasuk bangunan untuk pengunjung santai sambil menikmati makanan.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here