Unpad Kirim Laporan Uji Klinis Sinovac

0
ilustrasi

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Laporan interim uji klinis 3 bulan vaksin asal perusahaan China, Sinovac dikirim Tim Riset Uji Klinis Vaksin Virus Corona (SARS-COV-2) dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (FK Unpad) ke PT Bio Farma (Persero) selaku pihak sponsor. Manajer Lapangan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari FK Unpad, Eddy Fadlyana menerangkan, Bio Farma kata dia, selanjutnya akan mengirimkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai syarat pengajuan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

“Laporannya selesai hari ini, kemudian nanti malam dikirim ke Bio Farma sebagai sponsor. Kemudian Bio Farma mau lapor BPOM lusa apa besok, ya kita tunggu saja,” tutur Eddy Fadlyana, Kamis (7/1).

Kendati begitu untuk saat ini, Eddy enggan membeberkan secara gamblang hasil temuan tim riset kepada publik. Termasuk soal efikasi atau tingkat keampuhan vaksin Sinovac. Akan tetapi ia optimistis hasil uji klinis interim tersebut menunjukkan laporan yang baik, sehingga Eddy yakin BPOM bakal menerbitkan EUA.

Eddy pun menjelaskan, laporan interim tiga bulan itu merupakan hasil penelitian berisi data keamanan subjek uji klinis yang diamati setelah dua kali kali penyuntikan; data imunogenisitas atau kemampuan vaksin membentuk antibodi; dan data efikasi vaksin atau kemampuan vaksin melindungi orang yang terpapar virus menjadi tidak sakit.

Dan dalam laporan tiga bulan tersebut, tim riset hanya cukup menyertakan sebanyak 540 orang atau sampel dari total 1.620 orang relawan uji klinis secara keseluruhan. “Setelah semua diserahkan, BPOM akan mengkaji setelah digabungkan dengan beberapa negara seperti Turki dan Brazil untuk mereka mengeluarkan EUA,” terangnya.

Kendati demikian, Eddy mengaku tak bisa mengungkapkan secara gamblang hasil temuannya kepada publik untuk saat ini. Namun ia optimis hasil uji klinis interim itu menunjukkan laporan yang baik, sehingga ia yakin BPOM bakal mengeluarkan EUA atas vaksin Sinovac ini.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengaku pihaknya akan menyerahkan laporan interim kepada otoritas BPOM secepatnya untuk kemudian berharap BPOM bakal memberikan lampu hijau, sehingga target vaksinasi dapat terlaksana segera. “As soon as possible ya,” kata Bambang karena pemerintah Indonesia berencana memulai vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1).

Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menegaskan Presiden RI Joko Widodo beserta jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju akan menjalani vaksinasi dengan menggunakan dosis vaksin dari perusahaan asal China, Sinovac.

Penyuntikan akan dilakukan di DKI Jakarta sebagai simbol dimulainya vaksinasi di Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah berencana memborong 426 juta dosis vaksin. Jumlah itu akan diberikan kepada 181,5 juta orang demi mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

** ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here