Netizen Bongkar Pemulung yang Ditemui Mensos Simpatisan PDIP

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Netizen membongkar drama blusukan yang dilakukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma di kawasan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta. Dalam blusukan itu Risma berbincang dengan dua pemulung di Jalan Thamrin – Sudirman, Jakarta Pusat. Ternyata pemulung itu diduga merupakan simpatisan PDIP dan sehari-hari kerja menjual poster Soekarno dan jualan es kelapa muda.

Hal itu terungkap usai akun Instagram @undercover.id mempostingnya, Rabu (6/1). Dalam postingan terbagi dalam tiga foto itu terlihat berbagai bukti mulai dari dua pemulung yang makan hingga komentar di salah satu postingan. “Nitijen Indonesia gag ada obat… telitinta minta ampun,” tulisnya.

“Sebagai yg sering mondar mandir di seputaran matraman, gw penasaran juga nih sama bapak itu. Kapan2 gw samperin ah gw foto orangnya ke tempat jualan posternya di Minangkabau Manggarai,” ujar @summa_isme mengomentari sosok pengemis yang berbincang dengan Risma.

Dalam postingan lain juga terlihat dua pemulung yang ditemui Bu Risma tengah asyik makan di salah satu restoran. Foto itu kemudian diposting akun Facebook @wendrasetiawan.

Sementara Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman merasa aneh dengan blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang menemui beberapa tunawisama di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta.

“Terlepas dari belum sempurnanya Anies-Ariza, agak aneh kalau sampai ada tunawsima ngepos di Thamrin-Sudirman,” tulis Habiburokhman diakun twitter @ Habiburokhman yang dikutip, Kamis (7/1).

Selama tinggal di Jakarta, anggota Komisi III DPR itu mengaku belum pernah melihat tunawisma di kawasan Sudirman-Thamrin. “Mohon maaf, setahu ane jangankan tunawisma benaran, orang yang diduga tunawisma aja kadang ikut terbawa ke panti sosial sebelum keluarganya datang menjemput. Ya kagak?” ujarnya.

Karena itu, ia mengingatkan staf Risma untuk berhati-hati memberikan masukan kepada atasannya. Jangan sampai masukan yang salah justru merusak citra Risma yang sudah baik. “Staf Bu Risma harus lebih hati-hati, jangan sampai track record Bu Risma yang bersih, lurus, tegas dan berhasil dua periode di Surabaya justru tercoreng soal tunawisma ini,” katanya.

Aksi blusukan Risma dalam menemui sejumlah gelandangan di kawasan Sudirman-Thamrin menjadi perbincangan publik khususnya di media sosial Twitter. Ada yang menyebut aksi tersebut hanya pencitraan atau rekayasa. Pasalnya, warganet berupaya melakukan penelusuran dan membuktikan blusukan Mensos hanya pencitraan semata.

Pembuktian warganet menjadi topik menarik di media sosial. Tak segan-segan, warganet mencari tahu siapa saja yang menjadi sasaran blusukan Risma ini. Salah satunya adalah akun twitter @Andhy_SP211. Ia mengunggah beberapa potongan gambar yang berisi pembuktian warganet ini. “Gembel ternyata bisa menjadi profesi yg menguntungkan,bisa ikut Drakor tanpa casting pastiny..,” bunyi caption yang tertera pada postingan tersebut.

Pada potongan gambar yang diunggah itu, Andhy menampilkan pembuktian warganet tentang seorang gelandangan atau PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang ditemui Mensos Risma beberapa waktu lalu di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

“Kalau yg menghadap ke depan atau yg rambutnya putih/ubanan kek kenal itu, tukang jualan poster Soekarno Menang dia orang PDIP. Lokasi jualanya jln Minang kabau Manggarai, selain itu dia juga jualan kelapa muda. Terciduk juga ,” tulis akun Adhe Idol yang di-capture dan diunggah Andhy, yang dibalas oleh beberapa komentar dari akun-akun lain.

Dikutip dari Vivanews, wartawannya berkesempatan menemui langsung PMKS yang dimaksudkan dalam pembahasan warganet ini. Apa yang disampaikan oleh Adhe Idol berdasarkan alamat yang ada, memang benar.

Namun, oknum PMKS yang ditemui Mensos Risma ini enggan berbicara. Ia tak mau mengakui, bahkan saat sudah ditujukan fotonya saat ditemui Risma di depan sebuah ruko berpintu merah dan juga foto saat sedang makan di warung.

“Enggak ada, saya enggak ketemu Mensos. Hari-hari di sini (tempat jualan kelapa muda,” katanya saat ditemui di Jalan Minangkabau, Tebet, Jakarta Selatan. Di lokasi tempat ditemui PMKS ini, memang terdapat tempat jualan poster Soekarno, poster Megawati, dan poster lainnya. Persis di samping tempat jualan poster ini, terdapat sebuah lapak kelapa muda.

Tepat di depan lapak kelapa muda tersebut, wartawan menemui oknum PMKS tersebutl. Namun, pembicaraan dengan oknum PMKS ini terhenti saat seorang dari dalam lapak poster tersebut memanggilnya untuk masuk. Ia kemudian masuk ke dalam lapak dan tak mau menjawab pertanyaan wartawan.

** ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here