Dedie: Kalau Dipaksakan Terlalu Riskan

0
Dedie ketika memberikan keterangan kepada wartawan.

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengaku belum dapat memastikan kapan pembelajaran tatap muka (PTM) dapat dilaksanakan. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah membatalkan penyelenggaraan PTM pada 11 Januari mendatang.

Menurut Dedie, pembatalan itu lantaran jumlah kasus positif terus meningkat dan telah menembus angka 6 ribu. Bahkan, setiap harinya rata-rata ada tambahan 70 lebih orang terkonfirmasi positif.

“Kalau dipaksakan terlalu riskan, maka pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang hingga waktu yang belum bisa ditentukan,” ujar Dedie kepada wartawan, Senin (4/1).

Dedie menegaskan, Pemkot Bogor tak mau mengambil risiko penyebaran Covid-19 dengan tetap menggelar PTM. “Atas dasar itu, kami batalkan PTM,” ungkap mantan petinggi KPK itu.

Dedie mengatakan, yang terpenting saat ini adalah keselamatan siswa, guru dan seluruh orang yang terlibat dalam dunia pendidikan. Kendati, kini Kota Hujan masih berstatus zona oranye dan diperbolehkan menyelenggarakan PTM. Tetapi, lantaran Kota Bogor belum mampu menangani kasus positif yang meningkat, menyebabkan kebijakan tersebut dibatalkan.

“Yang paling penting adalah ketidakmampuan kita menangani pasien secara kuratif. Sebab, kapasitas rumah sakit yang hanya 554 tempat tidur. Sementara kasus positif aktif hampir mendekati 1.200 lebih. Kalau kita paksakan PTM, terlihat kurang bijak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Dedie, lantaran PJJ diperpanjang, maka wifi publik gratis ikut diperpanjang. Ia juga menambahkan bahwa anggaran wifi telah dimasukan ke dalam APBD TA 2021.

“Sudah ada dalam pagu definitif APBD 2021. Jumlah anggarannya kurang lebih sama juga seperti tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD, Devie P Sultani mengatakan, rencana PTM di sekolah sudah dibahas dalam rapat kerja Komisi IV. “Di raker Komisi IV saya sudah mempertanyakan kesiapan sekolah. Kalau soal 3M (protokol kesehatan) sudah pasti, kapasitas ruangan kelas juga, dan kemudian ada yang menjamin tidak, tidak akan terjadi klaster sekolah khususnya bicara TK dan SD,” ungkapnya.

Sebab, kata Devie, berdasarkan analisis pakar epidemiologi akan terjadi peningkatan 72 ribu kasus Covid-19 pada Januari. Kata dia, saat ini Pemkot Bogor harus betul-betul mempersiapkan semaksimal mungkin dan meminimalisir penambahan kasus Covid-19.

“Sebaiknya PTM dilakukan saat sudah zona hijau. Jangan sampai pendidikan berjalan, ada kasus Covid-19, sekolah ditutup. Termasuk dipikirkan juga untuk transportasinya,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here