Jokowi Ganti Sejumlah Menteri

0
Jokowi dan Ma'ruf Amin

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Jelang akhir tahun isu perombakan kabinet (reshuffle) menguat di Istana Negara, setelah dua anggota kabinet Indonesia Maju tersandung masalah hukum yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin bahkan menggelar rapat empat mata yang menyebut reshuffle kemungkinan besar akan diumumkan pada Rabu (23/12) besok. Reshuffle itu disebut-sebut menjadi kebutuhan mendesak dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Dikutip dari sejumlah sumber, ada beberapa nama yang akan diganti dari posisinya saat ini. Salah satunya, adalah Terawan Agus Putranto yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Kinerja Terawan Agus Putranto memang kerap kali dipertanyakan oleh sejumlah pihak. Terawan bahkan sempat ‘menghilang’ karena tak pernah muncul di hadapan publik untuk menginformasikan perkembangan Covid-19.

Budi Gunadi Sadikin, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disebutkan menjadi kandidat terkuat sebagai pengganti Terawan dalam memimpin Kementerian Kesehatan dan sejak Juli lalu, Budi menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah terlibat langsung dalam menangani pandemi Covid-19.

Menelisik lebih jauh, Hari Rabu memang seperti memiliki arti tersendiri bagi kepala negara. Apalagi, Rabu merupakan tanggal lahir Jokowi yaitu pada Rabu Pon 21 Juni 1961. Uniknya, kebijakan perombakan kabinet Jokowi kerap kali diumumkan pada hari Rabu.
Jokowi pertama kali melakukan reshuffle pada Rabu, 12 Agustus 2015. Kala itu, Jokowi mengganti enam posisi penyelenggara negara sekaligus yang di antaranya merupakan jabatan strategis.

Mulai dari Luhut Binsar Pandjaitan yang ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Rizal Ramli sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, dan Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Satu tahun berselang, Jokowi kembali merombak jajaran kabinetnya. Prosesi pelantikan kabinet kala itu kembali dilakukan 27 Juli 2016, di mana berdasarkan kalender Jawa adalah Rabu. Pada saat itu, Jokowi secara besar-besaran merombak habis jajarannya. Dikutip dari CNBC Indonesia, setidaknya ada 13 posisi penyelenggara yang diputuskan untuk diganti.

Salah satunya, yaitu saat Jokowi memanggil ‘pulang’ Sri Mulyani yang kala itu menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia sebagai Menteri Keuangan. Sri Mulyani menggantikan Bambang Brodjonegoro yang ditunjuk sebagai Kepala Bappenas. Pada 2018, Jokowi menunjuk Idrus Marham menggantikan posisi Khofifah Indar Parawansa yang mundur sebagai Menteri Sosial. Tanggal penunjukkan tersebut terjadi pada Rabu, 17 Januari 2018.

Selang beberapa bulan kemudian, Jokowi kembali mengganti posisi Asman Abnur dengan Syafruddin sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada Rabu 15 Agustus 2018.

Dikutip dari sumber CNBC Indonesia yang berada di lingkaran ring 1 mengatakan, Jokowi memang sudah memikirkan untuk merombak kabinet dalam beberapa bulan terakhir. Jokowi disebut sudah ‘tak tahan’ dengan kondisi saat ini. Sinyal perombakan kabinet bahkan telah beberapa kali dikemukakan Jokowi November lalu. “Bisa saja [reshuffle], bisa saja minggu depan. bisa saja bulan depan, bisa saja tahun depan,” kata Jokowi.

Sejumlah nama pun untuk mengisi posisi menteri pun mulai beredar. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Sandiaga Salahuddin Uno menjadi kandidat terkuat mengisi posisi menteri. Risma dikabarkan akan mengisi posisi Menteri Sosial menggantikan  Juliari Batubara yang tersandung kasus korupsi. Posisi Menteri Sosial kini dipegang sementara oleh Menko Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Sandiaga Uno, kemudian disebut akan menggantikan posisi Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Edhy Prabowo telah mengundurkan diri dari jabatannya pasca tersangkut kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster.

Namun, kabar terkini menyebutkan Sandiaga Uno justru bakal mengisi posisi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jokowi bahkan akan menggantikan sejumlah jabatan strategis. Mulai dari Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, hingga Menteri Agama. Menteri Agama disebut adalah Yahya Cholil Staquf yang merupakan petinggi NU.

** ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here