Sinovac Rupanya Paling Rendah

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan 10 jenis vaksin Covid-19 yang siap edar. Namun ternyata vaksin Sinovac buatan China memiliki pengaruh terhadap imunitas tubuh yang paling rendah. Padahal 1,2 juta vaksin Sinovac telah tiba di Indonesia dan sedang dalam tahap uji dari BPOM.

Presiden Joko Widodo pun langsung menyampaikan kabar yang ia nilai sebagai kabar baik. “Saya ingin menyampaikan kabar baik. Hari ini pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19. Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020,” kata Jokowi, Minggu (6/12).

Sementara rendahnya pengaruh Sinovac terhadap imun tubuh berdasarkan informasi yang didapat Al Jazeera bersumber dari Reuters, dari 20 negara yang telah tercatat memesan vaksin virus Corona, memang baru Indonesia yang memesan vaksin Sinovac meski  jenis vaksin tersebut masih uji coba ditubuh relawan.

Sekadar contoh, vaksin Moderna yang diproduksi Amerika Serikat berdampak 94,5 % terhadap imunitas tubuh. Vaksin Pfizer yang juga dari AS berdampak 95 % terhadap imunitas tubuh. Tetapi, Sinovac memiliki dampak terhadap imunitas tubuh yang masuk kategori low atau rendah.

Bukan itu saja, China dan Rusia juga dua negara yang dinilai sangat berani karena telah memproduksi vaksin meski uji klinis tahap 3 belum selesai. Media berbasis di Doha, Qatar, mengungkap data  hasil riset terkait pengaruh 10 jenis vaksin terhadap imunitas tubuh.

Hasilnya, Vaksin Sinovac pengaruhnya masuk kategori low, sementara beberapa merek vaksin lain masuk kategori moderat atau 94-95 persen seperti vaksin Pfizer dan Moderna. Berdasarkan data yang diungkap Al Jazeera, ada 20 negara (tidak termasuk Uni Eropa) yang telah memesan vaksin untuk mengatasi pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Ke-20 negara yang telah memesan vaksin tersebut adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Italia, Denmark, Belanda, Prancis, Kanada, China, Brasil, Meksiko, Argentina, India, Spanyol, Australia, Indonesia, Uzbekistan, Mesir, Nepal, dan Israel. 

Data reuters menunjukkan bahwa ada 10 jenis Vaksin Virus Corona yang siap dan telah diproduksi sejumlah perusahaan farmasi dari sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Jerman, dan China.

Al Jazeera juga mengungkap tabel negara-negara mana saja yang telah memesan 10 jenis vaksin. Hasilnya, hanya Indonesia yang memesan Vaksin Sinovac buatan China. Indonesia memesan 40 juta Vaksin Sinovac. China sendiri justru memesan vaksin AstraZeneca buatan Inggris sebanyak 200 juta.

Terkait temuan tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan belum ada pernyataan resmi dari WHO terkait hal tersebut. “(Ini) yang lebih tepat (menanggapi) BPOM. Kita sudah cek memang tidak ada pernyataan resmi WHO,” katanya, Minggu (20/12).

Dia juga menyebut WHO tidak pernah melakukan riset bersama Reuters. Selain itu WHO belum mengeluarkan emergency Use Of Listing (EUL). “Yang pasti WHO tidak pernah melakukan riset perbandingan bersama Reuter. Juga sejauh ini WHO belum mengeluarkan satu pun emergency Use Of Listing (EUL) dari semua vaksin. Yang ada baru EUL untuk diagnostik,” tuturnya.

Lebih lanjut Nadia meminta masyarakat untuk memastikan informasi terkait vaksin dari situs resmi pemerintah. “Pastikan mendapatkan informasi dari situs resmi pemerintah baik Kemenkes maupun KPCPEN,” pungkasnya.

Ke-10 jenis Vaksin Virus Corona:

1. AstraZeneca (Inggris)
2. Cansino Bilogics
3. Gamaleya Reserach Institute
4. Inovio-Cepi (Amerika Serikat)
5. Johnson & Johnson Barda Janssen
6. Moderna (Amerika Serikat).
7. Novavax (Amerika Serikat).
8. Pfizer-Biontech (Amerika Serikat-Jerman)
9. Sinopharm-Beijing Institute of Bilogical Products (China)
10. Sinovac (China)

** ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here