5 Peserta PKN Tingkat II Angkatan XVII Kementan Raih Predikat Terbaik, Siapa Mereka?

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Empat peserta dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan satu peserta asal instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditetapkan menjadi lulusan terbaik pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Kementan Tahun 2020.
Pengumuman lima peserta terbaik disampaikan Dr. Basseng, M.Ed Deputy Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam Penutupan dan Pameran Inovasi Proyek Perubahan yang dihadiri dan ditutup Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Selasa (8/12).

Peserta terbaik pertama diraih oleh Prof. Dr. Ir Erizal Jamal, M.Si (PPVTPP – Setjen Kementan), dengan judul proyek perubahan (Proper) Strategi Peningkatan Efektivitas Regulasi Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan disingkat Setir Bangun Tani. Dikutip dari video sosialisasi yang disampaikan Erizal, proper ini disusun didasari oleh keprihatinannya pada regulasi di Indonesia yang terlalu banyak dan tidak efektif yang pada akhirnya mendorong pemerintah melahirkan undang – undang cipta kerja.

“Kedepan seluruh proses perizinan mudah dan murah. Regulasi – regulasi yang kita atur mendukung kearah situ dan nantinya masyarakat akan mendapatkan aturan – aturan yang dibuat Kementan itu benar – benar aturan yang kredibel, “ ujarnya.

Di peringkat kedua ada Giri Suprapdiono (KPK), judul proper Strategi Pemberantasan Korupsi di Sektor Politik Melalui Pendidikan Anti Korupsi. Sementara itu Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si (BB Veteriner), proper Manajemen Big Data Veteriner Menuju Lembaga Riset Berkelas Internasional meraih terbaik ketiga.

Terbaik keempat , Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc (Pusluhtan) judul proper Peningkatan Layanan Penyuluhan Pertanian Dalam Rangka Penguatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sebagai Pusat Kegiatan Pembangunan Pertanian di Kecamatan. Proper ini mendapat dukungan penuh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi sebagai mentor.

Program jangka pendek proper ini telah melahirkan petunjuk teknis dan SOP BPP sebagai Kostratani, terlaksananya bimtek dan sosialisasi bagi penyuluh pertanian di 400 BPP Kostratani, pengembangan aplikasi laporan program utama Kementan yang diinput langsung Kostratani ke agriculture war room (AWR) dan integrasi data petani simluhtan dan e- RDKK berbasis NIK. Mengenai hal ini Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan bukan hanya masalah tetapi persoalan – persoalan di lapangan bisa dilihat dan dikontrol melalui data.

“Kita sudah konsepsi ya, bukan hanya masalah , persoalan – persoalan yang tidak pernah habis itu bisa dilihat dan dikontrol melalui data,“ ungkap Mentan.

Proper Leli inipun telah menghasilkan Permentan tentang Manajemen dan Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (SNIPP).
Terbaik kelima Dr. Liferdi, SP, M.Si, (Dit, Buah dan Florikultura), judul proper Strategi Akselerasi Peningkatan Ekspor Buah Indonesia Melalui Penyediaan Data Produksi Yang Valid dan Up to date.

Kepada peserta terbaik tersebut diberikan piagam penghargaan yang diserahkan langsung Menteri Pertanian didampingi JPT madya dan pratama lingkup Kementan dan pimpinan instansi peserta. Selain secara classical, (tatap muka) kegiatan penutupan dan pameran juga dihadiri secara virtual oleh sejumlah undangan.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here