Peserta Asal Kementan Dominasi Peserta Terbaik PKN Tingkat II Angkatan XVII

0
Mentan Syahrul Yasin Limpo tinjau Booth Pameran Inovasi Proyek Perubahan peserta PKN Tingkat II Angkatan XVII Kementerian Pertanian Tahun 2020

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Peserta asal  Kementerian Pertanian (Kementan) mendominasi menjadi peserta terbaik  pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Kementan yang diikuti 59 peserta dari berbagai kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah.

“ Berdasarkan evaluasi terhadap kompetensi didalam melakukan perubahan terdapat 12 peserta yang memiliki nilai sangat menonjol dengan predikat sangat memuaskan, “ ungkap Dr. Basseng, M.Ed  Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi, Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam Penutupan dan Pameran Inovasi Proyek Perubahan PKN Tingkat II Angkatan XVII Kementan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Selasa (8/12).

12 nama dengan predikat sangat memuaskan dengan rincian 11 peserta dari Kementan dan 1 peserta dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah Dr. Ir. Agung Prabowo,M.Eng, (BB Mektan), Dr. Ir.  Lely Nuryati, M.Sc (Pusluhtan), Prof. Dr. Ir Erizal Jamal, M.Si (PPVTPP), Ir. Rahmanto M.SC (Ditjen PSP), Dr. Liferdi, SP, M.Si, (Dit, Buah dan Florikultura), drh. Sintong HMT Hutasoit, M.Si (BBPTUHPT) ), Ir.  Mastur, M.Si, Ph.D, (BB Biogen), Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si (BB Veteriner), Dr. Prayudi Syamsuri, SP, M.Si(BB Litbang Pasca Panen), drh. Wisnu Wasisa Putra, M.P ( BBPKH Cinagara), Dr. Andriko Noto Susanto, SP, M.P (Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan), dan Giri Suprapdiono (KPK).

“ Para peserta PKN telah belajar kepemimpinan yang esensi utamanya adalah membawa perubahan. Dan mereka telah membawa perubahan itu dan semua telah dipamerkan, “ katanya.

Kata Basseng merujuk pada Peraturan Presiden No.18/2020 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah pemerintah menegaskan projektori – projektori pembangunan ekonomi sampai tahun 2045. Ada tiga milestones dan dari ketiganya itu kontribusi Kementan sangat besar. “ Ada tiga milestones yang harus yang harus diperhatikan. Dan dalam tiga milestones tersebut kontribusi Kementan sangat besar, “ bebernya.

Ia melanjutkan trajektori pertama tahun 2020 pemerintah menetapkan bahwa pertumbuhan ekonomi seyogyannya mencapai 5,2 persen dengan income per kapita per tahun masyarakat USD 300,377. Trajektori kedua tahun 2036, pertumbuhan ekonomi 5,9 persen income per kapita per tahun USD 12,333 dan trajektori ketiga tahun 2045 ditargetkan  5,4 persen dan pendapatan per kapita masyarakat per tahun USD 23,199.

Untuk bisa inline dengan proyeksi – proyeksi yang dibuat pemerintah, maka sumber – sumber pertumbuhan ekonomi sangat perlu diperhatikan. “ Bila sebuah negara ingin berkompetisi maka  ada tiga sumber untuk melakukan kegiatan – kegiatan ekonominya, yakni primer, sekunder dan tersier, “ ungkapnya.

Sektor primer yang menjadikan sumberdaya alam atau sumber perekonomian eksploitasi ada Kementan didalamnya. Sekunder yang menjadikan industri sebagai sektor ekonomi dan tersier yakni sektor jasa.

“ Kita mengharapkan kegiatan ekonomi baik yang memanfaatkan SDA, industri maupun jasa dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kementan reformasi birokrasinya diarahkan untuk membuat para petani kaya, demikian pula industri dan jasa harus bisa membuat kaya para pelaku disektor tersebut,” ucapnya.

Dengan demikian pada tahun 2036 Indonesia bisa keluar dari middle income trap.  Basseng menjelaskan LAN bertugas untuk mengkompetensikan para ASN agar bisa memainkan perannya supaya ketiga sektor tersebut dapat benar – benar bekerja secara optimal sehingga pada tahun 2045 Indonesia emas dapat diwujudkan.

PKN Tingkat II Angkatan XVII Kementan merupakan yang pertama dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang hadir dalam penutupan mengemukakan rasa terimakasih dan penghargaan kepada LAN yang telah bekerjasama dengan baik sehingga kegiatan dapat berjalan lancar. Ia berharap kerjasama dapat terus dilakukan bahkan ditingkatkan pada masa mendatang.

Penutupan dihadiri sejumlah JPT Madya dan Pratama lingkup Kementerian Pertanian diantaranya Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandhi dan tuan rumah Kepala PPMKP Yusral Tahir.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here