Gatot: Tindakan Brutal dan Kejam

0
Gatot Nurmantyo

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kasus kematian enam pengikut pimpinan FPI, Rizieq Shihab terus menyita perhatian publik. Tokoh militer Indonesia, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bereaksi menyikapi kematian 6 laskar khusus FPI tersebut. Dari keterangan tertulisnya, Rabu (9/12), jenderal asal Tegal, Jawa Tengah itu, melayangkan protes keras tindakan tegas yang dilakukan kepolisian terhadap pengikut Rizieq Shihab.

Bahkan, Jenderal TNI jebolan Akademi Militer (Akmil) 1982 menyebut apa yang terjadi di KM-50 pada Senin dinihari, 7 Desember 2020, sebagai tindakan brutal dan kejam. Sebagai orang yang cukup lama membentengi hukum di NKRI, Jenderal TNI Gatot berpendapat sebaiknya Presiden Jokowi untuk turun tangan mengusut tuntas kebenaran dari kasus itu.

“Tindakan demikian hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak pancasilais atau yang tidak berketuhanan yang maha esa dan berperikemanusiaan yang adil dan beradab,” tulisnya.

Jenderal TNI Gatot menuturkan, jika memang terbukti ada pelanggaran yang dilakukan petugas kepolisian dalam kasus tersebut, maka tak cuma yang terlibat langsung saja diganjar hukum. Tapi juga pemberi perintah langsung dan tak langsung di tubuh Polri.”Siapa pun pimpinan Polri yang patut diduga terlibat atau tidak mencegah tindakan pelanggaran hukum dan HAM berat itu,” kata dia.

Untuk diketahui, Jenderal TNI Gatot sudah lama tak tampil di hadapan publik. Dia sempat muncul melalui teleconference ketika merespons pencopotan baliho Rizieq. Sebelumnya bahkan, dia tak bisa menghadiri penyerahan Bintang Mahaputera yang diberikan Presiden Joko Widodo di Istana.

Jenderal TNI Gatot merupakan perwira tinggi TNI yang dipilih Jokowi untuk mengisi kursi jabatan Panglima TNI  untuk menggantikan Jenderal TNI Moeldoko. Jenderal Gatot dilantik Presiden Jokowi pada 8 Juli 2015, dan masa tugasnya berakhir pada 8 Desember 2020.

**ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here