Warga Kesal Antre di BRI Demi Cairkan BPUM

0
103

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Ratusan warga dari berbagai wilayah kecamatan sejak pagi rela mengantre dan berdesakan, tak lain untuk mengambil pencairan Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Leuwiliang, Kamis (26/11).

Meski kebanyakan masyarakat menggunakan masker, akan tetapi terlihat antrean panjang. Warga membuat kerumuman dan tak terhindarkan, sehingga berpotensi penyebaran wabah ditengah pandemi Covid-19.

Terlihat petugas keamanan dan pelayan bank sibuk mengatur dan mengingatkan warga penerima bantuan agar tetap menjaga jarak namun sulit dilakukan. Jumlah masyarakat yang cukup banyak untuk melakukan pencarian atau pengecekan bantuan tentu jadi membuat kerumunan  sepertinya sulit dihindari.

Menurut  warga Desa Gunungsari,  Kecamatan Pamijahan, Mamad demi mendapatkan uang bantuan bagi pelaku usaha mikro, ia rela mengantre dari pukul 7:00  hingga siang hari. “Kesel pak, saya dari pukul 07 dan bank bukanya pukul 08,” keluhnya.

‚ÄúSengaja kami datang dari awal karena uang bantuan tersebut akan digunakan untuk usaha sayuran keliling. Uang bantuan untuk tambahan usaha jualan sayuran,” kata Mamad.

Menurut salah satu petugas keamanan yang bertugas di Bank BRI, Jum’at menyatakan, satu hari kuotanya untuk di unit Leuwiliang hingga 250 orang sehingga mengakibatkan kerumunan yang tidak terhindarkan, padahal dirinya sudah memberi imbauan.

“Kita sudah mengingatkan, untuk harus menggunakan masker dan menjaga jarak, cuma ya, namun tidak dilakukan oleh warga dengan jumlah pengunjung yang banyak,” kata dia.

**Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here