THL TBPP Kabupaten Pandeglang Segera Jadi ASN PPPK

0
77

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 21 orang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) Kabupaten Pandeglang Banten berpeluang besar untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja).

Peluang tersebut diperoleh setelah THL TBPP yang bertugas di Kostratani yang menjadi binaan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor ini lulus sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan baru – baru ini.

R. Andriawan Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, menuturkan ada 62 orang THL TBPP Kabupaten Pandeglang yang lulus passing grade dan 21 orang mengikuti assessment sertifikasi kompetensi dan lulus.  “ 62 orang masuk passing grade dan 21 orang yang mengikuti assessment sertifikasi kompetensi, mereka lolos, ” ujarnya,  Senin (23/11).

Andriawan mengatakan, ke-21 THL TBPP tersebut berasal dari 21 kecamatan se Pandeglang. Mereka bertugas di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani  Majasari, Sumur, Jiput, Munjul, Cibaliung, Koroncong, Banjar, Mekarjaya, Pulosari, Cikedal, Menes, Cisata, Mandalawangi, Karangtanjung, Kaduhejo dan Picung.

“ Saya berharap mereka semua diangkat, kedepan sesuai dengan harapan harus meningkat dan lebih baik kinerjanya, “ ucapnya.

Seperti diketahui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melakukan sertifikasi kompetensi untuk 4.855 THL TBPP calon ASN PPPK dari lulusan SMK Pertanian/ SLTA Non Bidang Pertanian dan sederajat, Diploma Dua (D II) serta Diploma tiga (D III), sampai S1 yang tidak linier rumpun pertanian.

Sertifikasi Kompetensi merupakan pengakuan resmi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai pelaksana kegiatan sertifikasi profesi berlisensi dari BNSP. Sebagai pengakuan resmi maka LSP dapat menetapkan seseorang memenuhi persyaratan kompetensi yang diatur dalam manajemen mutu ISO. Asesmen berbasis kriteria, bukti dan partisipatori.

Mengenai hal ini Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menuturkan BPPSDMP wajib mendukung dengan cara mengawal proses ini dan menganggapnya sebagai tugas mulia. Kata Dedi pertanian tumbuh diatas 16 persen ditengah pandemik Covid-19,  tak lepas dari kontribusi penyuluh sebagai pendamping petani.

Peran penyuluh pertanian disebut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai garda terdepan pembangunan pertanian nasional, selaku pendamping dan pengawal petani di lapangan.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here