Januari 2021, Pembelajaran di Sekolah Dibuka

0
133

Dinas Pendidikan Siapkan Tim Monev

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengizinkan pemerintah daerah untuk memulai kembali kegiatan belajar tatap muka di sekolah di seluruh zona mulai Januari 2021. Hal tersebut diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Entis Sutisna

Nadiem menegaskan, keputusan pembukaan sekolah tatap muka usai hampir 8 bulan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil) dan orang tua melalui komite sekolah. “Pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, kanwil atau kantor Kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangannya,” kata Nadiem.

Ia pun menegaskan, orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak. Sekalipun, sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar tatap muka.

Menyikapi hal itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, segera membentuk tim monitoring dan evaluasi (Monev) yang akan bertugas memantau pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang akan dimulai Januari 2021 mendatang.

“Kami merespon rencana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memberikan keleluasan kepada daerah, untuk memberlakukan KBM tatap muka Januari 2021 mendatang, makanya dalam waktu dekat ini, kami bentuk Tim Monev,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, Minggu (22/11).

Entis mengatakan, tugas Tim Monev itu memantau penerapan protokol kesehatan (Prokes) di semua sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD sampai SMP, sementara untuk tingkat SMA/SMK dan Madrasah Aliyah ditangani Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Agama (Kemenag).

“Kita juga sudah menyusun skema dan teknis penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP bahkan lembaga pendidikan yang dinaungi oleh Kemenag dan KCD SMA/SMK Kabupaten Bogor, dan sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka,” ujar mantan Camat Ciampea ini.

Entis menjelaskan, KBM tatap muka, kemungkinan siswa yang masuk tidak semua, seperti waktu normal, tapi akan dibagi atau digilir, misalnya dalam satu kelas ada 36 siswa, pelaksanaan pembelajarannya akan dibagi tiga.

“Ini kita lakukan untuk mencegah penularan Covid -19, semua yang terlibat dalam pembelajaran pun dari mulai tenaga pendidikan, kependidikan sampai siswa wajib menerapkan protokol kesehatan, seperti menggenakan masker dan pelindung wajah,” tutupnya.

** Noverando H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here