Asesor Ruminansia BBPP Batu Sambangi Kabupaten Bone

0
135

Bone | Jurnal Inspirasi

Pertanian telah menjadi tiang utama kegiatan ekonomi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Produksi tanaman pangan terutama padi selalu surplus. Kabupaten Bone merupakan kabupaten yang terluas di Sulawesi Selatan. Tak heran jika luas lahan pertaniannya pun luas sehingga menjadikan Bone sebagai produsen beras tertinggi di Sulawesi Selatan dan menempati tingkat ketujuh di tingkat nasional.

Oleh karena itu tidak mengherankan kalau Kabupaten Bone termasuk dalam lumbung beras Nasional, tidak berhenti disitu Kabupaten Bone disebut juga sebagai Kota beradat.

Disamping sektor pertanian, kabupaten Bone juga memiliki potensi besar pada sektor peternakan khususnya ternak ruminansia, dan tidak menutup kemungkinan kabupaten Bone menjadi salah satu kabupaten dengan lumbung ternak terbesar.

Hal ini dibuktikan dengan kesungguhan pemerintah daerah yang setiap tahunnya mengalokasikan anggaran pengadaan sapi yang sangat besar.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bone, drh. Aris Handoko saat pembukaan sertifikasi Inseminasi Buatan (IB) dihadiri, Ketua DPRD Kabupaten Bone dan Ketua Komisi 2, lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kementerian Pertanian, Kepala BBPP Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, serta para asesor drh. Widya Ayu prasdiwi, drh. Hardi. SST, MM Eko Fendi Baskoro, SST, MM, dan drh. Guritno, Senin (23/11).

Dalam sambutannya drh. Aris Handoko mengatakan Kabupaten Bone didukung oleh 27 Kecamatan dan 372 Desa Kelurahan. Sektor pertanian, peternakan dan perikanan menjadi pendukung ekonomi masyarakat kabupaten Bone, untuk sektor peternakan menunjang sapi 457.048 ekor angka populasi tertinggi ketiga nasional, angka kelahiran 25.000 ekor/thn, angka kelahiran kawin alam.35.000 ekor/tahun, angka pengeluaran bibit sapi potong 30.000.ekor/tahun.

Sementara jumlah insiminator sebanyak 124 orang yang terdiri dari 112 ASN, 4 orang TNI, 4 orang anggota Polri dan lebihnya adalah kader kader kelompok. Lebih lanjut, Aris mengatakan jika kita mencermati masyarakat Bone, disuasana pandemi Covid-19 ini, masyarakat peternak dan masyatakat petani pada umumnya tidak terlalu merasakan dampak, karena komoditas sapi tidak pernah surut, pasarnya jelas dan harga pun tidak pernah turun.

Dengan hadirnya inseminator ditengah tengah masyarakat telah mendorong percepatan produktivitas ternak sapi, Perubahan pola pikir, dan perubahan pola pemeliharaan ternak sapi diseluruh wilayah Kabupaten Bone. Gairah dan semangat budidaya ternak sapi secara kawin suntik sudah menjadi kebutuhan sehingga motto setitik sperma sejuta harapan benar adanya.

Untuk itu para insiminator patut diberikan apresiasi sebagai pahlawan pahlawan pembangunan. Pemerintah senantiasa mendukung penuh kegiatan-kegiatan  terkait kemajuan sektor peternakan dan upaya upaya peningkatan sumber daya para petugas peternakan dalam pelayanan di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, mengatakan bahwa tugas dari BBPP Batu yaitu melaksanakan dan mengembangkan teknik pelatihan teknis, fungsional, dan kewirausahaan di bidang peternakan bagi aparatur dan non aparatur.

Sedangkan fungsi dari BBPP Batu diantaranya adalah melaksanakan pelatihan teknis maupun  fungsional, melaksanakan pelatihan kewirausahaan di bidang peternakan bagi aparatur dan non aparatur, pelaksanakan pengembangan teknik pelatihan di bidang persusuan dan teknologi hasil ternak, melaksanakan pengembangan teknik pelatihan  di bidang peternakan bagi aparatur dan non aparatur.

Lalu melakukan penyusunan bahan Standar Kompetensi Kerja (SKK) pelatihan teknis, fungsional, dan kewirausahaan di bidang peternakan, pelaksanaan penyusunan paket pembelajaran dan media teknis, fungsional, dan kewirausahaan di bidang peternakan. Tentu ini menjadi momen penting agar kedepan jalinan kerjasama antara BBPP Batu dan Kabupaten Bone semakin kuat.

** T2S/Wan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here