Pemkot Masih Cari Solusi Sehatkan PDJT

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mencari solusi untuk menyehatkan kembali Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT).

“Pemerintah masih belum memilih langkah memailitkan karena kita masih mencari solusi untuk menggandeng pihak ketiga menyehatkan kembali PDJT,” ujar Bima kepada wartawan, Kamis (19/11/2020).

Menurut dia, sebenarnya sejak beberapa tahun lalu sudah ada pihak ketiga yang tertarik menjalin kerjasama dengan PDJT.

“Tapi kan kondisi sekarang berbeda, lebih sulit. Tapi kita tetap akan usahakan itu,” katanya.

Bima juga mengatakan, bila pihaknya akan memenuhi semua hal yang dibutuhkan dalam rangka menyehatkan PDJT.

“Pak Wakil sedang fokus disitu, berkoordinasi bersama dengan anggota dewan untuk membicarakan solusi bagi PDJT, kalau diperlukan audensi-audiensi dan sebagainya saya kira sudah ada, semua tidak ada masalah,” jelasnya.

Bima menegaskan bahwa PDJT sejak 2014 lalu sudah hancur karena gaji karyawan lebih besar daripada pemasukannya.

“Pengeluaran lebih besar dari penerimaan. Karyawan banyak, fasilitas banyak,” tegasnya.

Atas dasar itu, kata Bima, ketika itu pihaknya sempat membentuk tim penyehatan PDJT. Namun, terlalu berat karena hutang kewajiban terhadap karyawan sangat besar.

“Sedangkan nggak mungkin dianggarkan lewat Penyertaan Modal Pemerintah (PMP). Makanya dicari kerjasama dengan pihak ketiga,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Eko Prabowo mengatakan bahwa Kota Bogor akan mendapatkan bantuan BTS dari Kemenhub senilai Rp81 miliar.

“Tapi karena PDJT sedang sakit, mesti diagnosa penyakitnya. Caranya adalah dengan mengubah status badan hukum sebagai dasar mendiagnosa penyakit. Bila dipailitkan akan kurang arif, sebab PDJT adalah bagian dari penataan transportasi Kota Bogor,” ujar Eko.

Dengan adanya bantuan BTS, kata Eko, nantinya tak perlu lagi ada kekhawatiran PDJT akan kembali merugi. Sebab, BOK, keuntungan badan hukum sudah dihitung oleh Kemenhub. Apalagi, rencananya sebanyak lima koridor akan dihidupkan kembali untuk membantu mengurai kepadatan kawasan Puncak.

“Koridor 1,2,3,7 dan 8 akan dihidupkan. Rute tengah kota juga bakal ada dimulai dari Jalan Kapten Muslihat, Dramaga hingga Bubulak,” katanya.

Selain itu, pemerintah pusat juga akan membayar feeder-feeder yang ada di koridor tersebut. “Soal mekanismenya apakah pakai tab atau tidak masih dirumuskan,” katanya.

Eko menambahkan, 2021 mendatang pihaknya juga akan membeli 10 bus dengan anggaran senilai Rp10 miliar.

Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here