Puskesmas Ciomas Tangani Pendampingan Pasien ODGJ oleh Dokter Spesialis Kejiwaan

0
96

Ciomas | Jurnal Inspirasi

Pelayanan dan pendampingan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) tidak hanya berada di rumah sakit saja, namun juga ada di Puskesmas, salah satunya di Puskesmas Ciomas. Psikiater atau dokter spesialis kejiwaan Puskesmas Ciomas, dr. Yuniar, P.K,Sp.Kj (K), mengatakan bahwa pelayanan ini salah satu program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang sudah berlangsung sejak Desember 2019 lalu.

Program tersebut diadakan setiap triwulan sekali atau setiap tiga bulan sekali. Dengan adanya program di Puskesmas Ciomas ini, untuk memberi pelayanan dan pendampingan psikiater kepada pasien ODGJ, sekaligus untuk menjembatani hasil riset pada akhir tahun lalu. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan ini dipersiapkan pukul 08.00 WIB dan berlangsung dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.

“Jadi, seperti yang kita ketahui bahwa angka ODGJ di Bogor sudah cukup tinggi dan tidak semua selesai di rumah sakit. Butuh keberlangsungan pengobatan, terapi, karena pengobatan ini berjangka panjang. Dengan kondisi (pandemi) yang sekarang ini menumpuk di rumah sakit juga tidak sehat, padahal sebetulnya pasien ODGJ sudah bisa ditangani di Puskesmas,” ujar dr. Yuniar, P.K,Sp.Kj (K), Kamis (19/11).

“Program kegiatan ini juga sudah sejak Desember 2019, yang seharusnya sampai bulan April 2020 tapi kita terakhir di bulan Februari karena terjeda pandemi. Jadi kegiatan yang terlewat pada awal tahun itu di pindahkan ke akhir tahun sekarang ini. Sebetulnya kami turun per triwulan, bukan per bulan seperti sekarang ini. Namun karena pandemi dan kita mengejar target, akhirnya yang triwulan ini dikebutkan menjadi per bulan,” jelasnya.

Selain itu, akses yang sulit juga membuat tergeraknya Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk memudahkan masyarakat atau pasien ODGJ agar dapat mendatangi pusat pelayanan yang tepat dan terdekat.

“Di beberapa daerah juga memiliki akses yang sulit, mengambil obat harus ke kota dengan jarak yang jauh, jadi banyak orang membutuhkan obat namun pengobatannya tidak tuntas. Maka dibuatlah program psikiater yang berada di Kota Bogor maupun di Kabupaten Bogor, diberikan jatah untuk bisa mendampingi puskesmas-puskesmas, terutama diprioritaskan kepada Puskesmas yang memiliki pasien ODGJ lebih dari 50 orang per wilayah. Jadi, dengan seperti itu kita dapat mengetahui permasalahan di lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, terdapat kader-kader PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) dan IPSM (Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat) yang hadir pada program tersebut. Di antaranya yaitu Neng Jalu dan Anita. Mereka dari Kabupaten Bogor yang dipercayai mendampingi di Kecamatan Ciomas, dan telah lama mendampingi PDM (Penyandang Disabilitas Mental). Mereka pun mengungkapkan, salah satu tujuan program ini untuk menerbar semangat dan kesembuhan pasien.

“Saya mendampingi PDM ini sudah 3 tahun, dan hari ini kebetulan ada pendampingan kesehatan jiwa disini (Puskesmas Ciomas). Hari ini hanya 8 pasien, biasanya banyak, mungkin tidak hadir karna tadi sudah saya coba hubungi. Jadwal kami lakukan setiap bulan sekali dari Dinas Kesehatan. Tujuan dan harapan kami dengan diadakannya pelayanan ini, (maaf) untuk kesembuhan mereka, untuk memberikan semangat, karena apa yang sudah kami dampingi terhadap PDM ini alhamdulillah bisa sembuh.”

“Selain itu, mereka juga bisa mandiri kembali. Tahun 2018 pun kami se-Kabupaten Bogor berhasil mengajukan bantuan UEP (Usaha Ekonomi Produktif) dari program Kemensos. Jadi, mereka (pasien PDM) yang sudah sembuh kami ajukan dan mendapatkan modal untuk membangun usaha. Dan alhamdulillah, untuk di Kecamatan Ciomas ini kami berhasil mendampingi 3 orang yang mendapatkan UEP,” ujar Neng Jalu.

Tidak hanya itu, salah satu pengurus RW pun turut hadir mendampingi pasien ODGJ. Ia pun menyambut baik dan berharap agar pasien bisa mandiri karena akses yang mudah dan lebih dekat.

“Kebetulan saya juga kader di dua Posyandu, sekaligus sebagai ibu RW. Kita sebagai kader semua dilibatkan agar sama-sama tahu segala permasalahan yang ada di RW kita. Dengan begini, mudah-mudahan pasien bisa mandiri, sehingga kedepannya kita tidak harus jauh-jauh mendampingi berobat ke daerah Bogor Kota. Disana juga pasti mengantri dari pagi hari, kalo disini tidak harus mengantri lama,” ujar Ecin, RW 04 Ciapus, Kota Batu.

** M. Fadhil Mauludi [MG/UIK-Jb]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here