Pembangunan SMPN 2 Caringin Dipastikan Molor

0
55

Caringin | Jurnal Inspirasi

Proyek pembangunan unit gedung baru (UGB) sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 2 Caringin, Kabupaten Bogor, yang dikerjakan PT Indi Daya Karya dipastikan tidak akan selesai tepat waktu atau molor. Sebab, proyek yang didanai anggaran pengeluaran belanja daerah (APBD) Kabupaten Bogor sebesar 2,6 miliar lebih itu, saat ini belum mencapai 50 persen.

Budiansyah Hanafi, penanggungjawab pelaksana proyek PT Indi Daya Karya mengakui, jika progres pembangunan proyek UGB SMPN 2 Caringin yang dikerjakan pihaknya, masih dibawah 50 persen.

Selain karena faktor alam yang saat ini masuk di musim hujan, kata Budi panggilan singkatnya, ada persoalan lainnya yang membuat pengerjaan proyek masih dalam tahap pemasangan tiang beton. “Pada saat turun SPK, ada 10 hari proyek belum bisa kita mulai pembangunannya,” ungkap penanggungjawab proyek kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Budi menjelaskan, saat ini untuk progres pembangunan masih minus 18 persen dari perhitungan target pelaksanaan. “Itu perhitungan pada Minggu lalu, mungkin sekarang sudah bertambah progresnya. Nanti saya akan tanyakan lagi ke konsultan pengawas,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan proyek pembangunan UGB SMPN 2 Caringin, sambungnya, dua unit ruang kelas, satu unit kantor dua lantai dan pembangunan mushola. “Setiap unit bangunan ada WC, mulai WC kantor, mushola dan ruang kelas. Sesuai rencana, pembangunannya dengan cara di dak dua lantai,” papar Budi.

Budi mengungkapkan, agar pengerjaan pembangunan sesuai tepat waktu yakni sampai tanggal 22 Desember sesuai persetujuan kontrak, pihaknya melakukan pengerjaan hingga malam hari. “Tidak hanya jam kerja saja yang kita tambah, tapi pekerja nya pun kita tambah menjadi 40 orang,” ujarnya.

Dijelaskan Budi, setelah selesai pengecoran tiang pondasi, pekerjaan dilanjutkan dengan melaksanakan pengerjaan lantai dan dinding. “Yang lama itu finishing, bisa mencapai 40 persen dan butuh waktu lama. Makanya sebisa mungkin kita selesaikan pengecoran tiang pondasi, atap dan lantai,” imbuhnya.

Sementara, saat ke lokasi tidak ada petugas dari konsultan pengawas yang dimenangkan CV Samudra Hayati. “Konsultan pengawas kebetulan belum datang,” tukas pelaksana proyek bagian administrasi yang namanya tidak mau disebutkan.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here