IPW Nilai Polri ‘Mendua’

0
103
Neta S Pane

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pihak kepolisian mendapat sorotan Indonesia Police Watch (IPW) yang menilai bahwa pencopotan dua Kapolda terkait kerumunan massa di wilayah hukumnya menunjukkan bahwa terdapat sikap ‘mendua’ di tubuh Polri dalam menjaga protokol kesehatan. Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahradi dicopot dari jabatannya usai terjadi pelnggaran protokol kesahatan dalam sejumlah kegiatan yang melibatkan Pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab.

“Memang sejak berkembangnya pandemi Covid-19, Polri sudah bersikap mendua dalam menjaga protokol kesehatan. Padahal, Kapolri telah mengeluarkan ketentuan agar jajaran Polri bersikap tegas,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Selasa (17/11).

Menurut Neta, pencopotan dua Kapolda itu harus bisa menjadi stimulus agar Polri memiliki satu sikap dalam menanggapi pelanggaran protokol kesehatan di masyarakat. Sehingga, kata dia, tidak ada kecemburuan sosial yang muncul di masyarakat akibat tindakan polisi yang tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Dari kasus ini muncul opini di masyarakat bahwa polisi hanya berani pada masyarakat yang tidak punya pengaruh dan takut pada figur-figur yang berpengaruh,” ucap Neta.

Menurutnya, Nana dan Rudy memang terlihat seolah tak mau mengambil risiko dengan bertindak tegas terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Rizieq Shihab sepulangnya ke Indonesia pada Selasa (10/11). “Dalam kasus Rizieq dimana massa dan pendukungnya cukup banyak. Padahal, apa yang dilakukan polisi itu bisa dinilai masyarakat sebagai tindakan tajam ke bawah, tumpul ke atas,” kata dia lagi.

Sebelumnya, pimpinan FPI Rizieq Shihab  menggelar acara Maulid Nabi dan pernikahan putrinya, di Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/11). Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar kemudian dicopot karena dianggap tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan.

Selain itu, Kapolri turut memutasi Kombes Heru Novianto dari jabatan Kapolres Metro Jakarta Pusat, dan AKBP Roland Ronaldy dari jabatan Kapolres Bogor.

** ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here