Empat Penggali Diduga Ilegal Ikut Dompleng Program TNI

0
70

Babakan Madang | Jurnal Inspirasi

Empat penggali yang diduga liar ikut mendompleng program Karya Bhakti Skala Besar TNI di bukit Hambalang. Mereka disinyalir bisa masuk ke lokasi dengan sepengetahuan pemerintah desa setempat.

Sebelumnya, Kapten Infanteri Andika sebagai Pasiter Program Karya Bhakti TNI tersebut mengaku tidak mengetahui dan tidak mau dilibatkan perihal adanya penggali diluar program TNI yang ikut andil memanfaatkan program tersebut.

“Saat kekisruhan itu, saya langsung turun ke lapangan karena adanya laporan bahwa ada armada masuk ke lokasi untuk mengambil tanah diluar armada TNI, karena armada kami dilengkapi tulisan dan kartu tanda pengenal, hingga pada akhirnya kita berhentikan mobil tersebut dan menurunkan kembali tanah yang ada di mobil truck tersebut,” jelas Andika.

Ia melanjutkan, pekerjaan Karya Bhakti Skala Besar TNI ini hanya tinggal beberapa hari lagi selesai, dan disaat pertemuan dengan masyarakat pun sudah mengetahui bahwa hanya membuka jalur 1,1 kilometer dan itu hanya sepanjang jalan saja, jika yang sebelah kiri dan kanan itu diluar program TNI

“Silakan langsung komfirmasi dengan Kepala Desa Hambalang dan Kadumanggu karena setelah kami (TNI) memberikan penjelasan kepada masyarakat, mereka kembali melakukan pertemuan dengan para penggali pengusaha swasta, dan itu diluar sepengetahuan kami,” pungkasnya.

Saat di komfirmasi perihal keterangan yang diberikan Pasiter tentang pertemuan yang dilakukan dengan para pengusaha galian tanah, Kades Kadumanggu Adi Wijaya tidak merespon.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here