Ekspor Produk Pertanian ke Jepang? Ayo Penuhi Standar Jepang

0
103

Tokyo | Jurnal Inspirasi

Atase Pertanian KBRI Tokyo Sri Nuryanti menyebutkan produk pertanian Indonesia berpotensi besar memenuhi pasar Negeri Sakura. Namun begitu, untuk masuk ke pasar Jepang, komoditas pertanian Indonesia harus memenuhi standar Jepang yang sangat tinggi yaitu food safety traceability, food safety dan sustainability. 

Demikian diungkapkan Sri Nuryanti saat menjadi pemateri dalam webinar Brokoli (Ngobrol Asyik Via Online) Volume V yang digelar Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, dengan tema Peluang Pasar Komoditas Pertanian Indonesia Mendukung GraTieks, edisi Rabu, 11 November 2020.

“ Jika sudah memenuhi standar Jepang, maka untuk masuk ke negara lain akan mudah ditempuh, karena standard Jepang tertinggi didunia. Laku di Jepang, laku diseluruh dunia, “ ungkapnya di Tokyo.

Selain itu  pemerintah Jepang mempersyaratkan sanitasi produk makanan, label, hingga standarisasi produk pertanian dan kehutanan. “Kualitas terkait dengan pemenuhan persyaratan standar kelayakan pangan yang diakui Jepang, pengemasan dengan deskripsi yang jelas, dan pelabelan yang menarik,” ujarnya.

Dalam program yang mengusung materi Promosi dan Peluang Pasar Ekspor Pertanian ke Jepang dan Wilayah Kerjanya, Sri Nuryanti mengatakan Indonesia memiliki potensi ekspor produk pertanian yang tinggi karena Indonesia menghasilkan komoditas pertanian utama yang diimpor Jepang.

Produk tersebut yakni perikanan, daging kecuali unggas, minyak nabati, kopi, kakao, minuman penyegar, umbi – umbian, minyak atsiri, bunga potong, sayuran dan buah – buahan.  Dari segi jarak,  jarak ekspor Indonesia lebih dekat dibandingkan pasar lainnya.

“ Pengiriman ke Jepang tidak menginap. Karena produk pertanian ada yang segar dan olahan, semakin dekat, semakin cepat sampai jadi kualitas bisa dijaga, “ jelasnya.

Ia melanjutkan tarif bea masuk impor yang relative rendah, rata – rata dibawah 30% kecuali susu,  produk susu,  dan sereal tergolong tinggi karena mereka sangat protektif. Peluang lainnya Indonesia berpotensi menghasilkan dan mengekspor produk bersertifikat halal. Sebelum pandemic covid 19, setiap tahun sejuta wisatawan muslim mencari makanan halal di Jepang. Ini menjadi pasar khusus untuk produk – produk Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar didunia.

“ Ini membuat sertifikasi halal kita secara universal bisa diterima. Kenapa ini merupakan keunggulan? Karena Jepang tidak mudah menerima sertifikat dari negara lain, “ terangnya.

Produk Indonesia juga perlu memperkuat kuantitas terkait dengan konsistensi jumlah produk yang diekspor. Sedangkan kontinuitas terkait dengan kesanggupan dalam memepertahankan keberlanjutan ekspor.

Dikatakannya, saat ini Atase pertanian KBRI Tokyo masih terus berjuang agar sertifikat minyak sawit diterima di Jepang. Ia mengajak untuk menggunakan ilmu – ilmu yang sudah di pelajari  untuk menaikan nilai tambah sumberdaya alam dengan merencanakan, membudidayakan, mengelola dan memasarkan dengan baik, mengunakan rujukan yang valid.

“ Indonesia sebagai negara agraris terbesar didunia, dengan SDM pertanian yang banyak dan kapasitas akademis yang demikian tinggi, memiliki sumberdaya alam yang tidak terukur banyaknya serta menguasai teknologi. Banyak teknologi yang sudah ditelorkan oleh Badan Litbang, mari gunakan ilmu – ilmu yang sudah kita pelajari untuk menaikan nilai tambah sumberdaya alam kita, “ serunya.

Saat membuka program ini Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, meminta Atase pertanian mensupport para petani, praktisi dan eksportir untuk menggenjot ekspor dengan cara menyampaikan informasi pasar dan peluang – peluang ekspor komoditas pertanian Indonesia dan bimbingan terkait kualitas produk yang dapat menembus pasar ekspor.

Untuk mengoptimalkan potensi pertanian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri serta memenuhi pasar internasional, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggaungkan program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Program ini biasa disebut sebagai gerakan pemersatu kekuatan seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here