Enam Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Hari Pahlawan Nasional, Selasa (10/11), memberikan anugerah gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh dari berbagai daerah di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pemberian anugerah tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) 117/TK/2020 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Enam tokoh yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional itu yakni Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara, Machmud Singgirei Rumagesan, Raja Sekar dari Provinsi Papua Barat, Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta, Arnold Monotutu dari Provinsi Sulawesi Utara, MR. SM. Amin Nasution dari Provinsi Sumatera Utara dan Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi.

Seperti diketahui sejak tahun 1959 setiap tahunnya dalam peringatan Hari Pahlawan, Presiden Indonesia memberikan anugerah Gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa dan berkontribusi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan bahwa nama-nama tersebut telah melalui tahapan seleksi secara ketat oleh Kementerian Sosial maupun Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan.

Jokowi sendiri memimpin upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama Kalibata. Setelah itu, Jokowi kemudian berkeliling melakukan tabur bunga.

Riwayat Keenam Pahlawan Nasional

. Sultan Baabullah sangat menentang penjajahan Portugis. Ia berhasil mengusir penjajah Portugis, salah satunya dengan mengirim ekspedisi ke berbagai daerah seperti Ambon dan Buton. Di bawah kepemimpinannya, Ternate bisa bebas dari Portugis dan menjadi sentral perdagangan rempah-rempah dengan jaringan internasional.

  • Macmud Singgirei Rumagesan berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda khususnya perjuangannya untuk mengembalikan Papua Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi.
  • Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo memimpin kepolisian sejak awal berdirinya Negara RI hingga menjelang masuk ke sistem pemerintahan demokrasi terpimpin. Karya agungnya adalah meletakkan dasar-dasar kepolisian nasional yang kokoh selama masa kepemimpinannya. Pada 14 Februari 2001, ia ditetapkan sebagai Bapak Kepolisian RI oleh Presiden Abdurrahman Wahid.
  • Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu telah terlibat aktif dalam dunia pergerakan nasional dengan misi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
  • Sutan Muhammad Amin Nasution telah memperjuangkan semangat “etnonasionalisme” menjadi “nasionalisme” di kalangan pemuda dengan memprakarsai fusi berbagai organisasi pemuda kedaerahan (Jong Sumatra Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Minahasa dan sebagainya). Bersama Muhammad Yamin dan tokoh muda lainnya, ia berperan penting dalam penandatanganan naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
  • Raden Mattaher seorang panglima perang penuh talenta, cerdas, dan semangat. Ia berhasil memimpin perang 9 kali pertempuran melawan Belanda dan seluruhnya berhasil ia menangkan. 

** ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here