Mahasiswa Sampaikan Lagi Tuntutan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sejumlah mahasiswa Universitas Pakuan kembali berunjukrasa pada Kamis (5/11) di Pintu 3 Istana Kepresidenan Bogor atau tepatnya di depan Lippo Keboen Raya Plaza. Sedikitnya terdapat lima tuntutan yang disuarakan mahasiswa, yakni tentang penanganan Covid-19 yang dinilai amburadul. Pengesahan Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai merugikan pekerja dan menguntungkan investor. Kemudian, pelaksanaan pilkada serentak, Undang Undang Agraria, hukum dan HAM serta belum meratanya pendidikan.

Aksi unjukrasa itupun diwarnai longmarch dari Tugu Kujang menuju Pintu 3 Istana Kepresidenan Bogor. Sesampainya di lokasi, mahasiswa pun membakar ban bekas sehingga asap hitam membumbung tinggi ke angkasa. Ketegangan pun sempat terjadi ketika mahasiswa belum mau membubarkan diri saat pukul 18.02 WIB.

Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Muhammad Arsal Sahban, menghimbau agar para mahasiswa membubarkan diri karena telah melewati jam operasional. “Sesuai peraturan perundang-undangan aksi unjuk rasa harus berakhir pada pukul 18.00 WIB. Namun faktanya aksi unjuk rasa ini berlanjut hingga pukul 18.45 WIB. “Kami menghimbau kepada rekan-rekan untuk membubarkan diri. Sampaikan lagi aspirasinya di lain waktu,” ujar AKBP  Muhammad Arsal Sahban.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here