Sertifikasi THL-TBPP Modal Pembangunan Pertanian

0
121
Dr. Ir Siti Munifah, M.Si

Malang | Jurnal Inspirasi

Kualitas hasil pertanian selalu dituntut  meningkat dan dalam jumlah yang mencukupi. Jika sektor pertanian mengalami kegagalan dalam peningkatan produksi yang terjadi adalah lonjakan harga akibatnya tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian ini harus banyak yang dibenahi salah satunya adalah kualitas sumber daya manusia,

Inilah diantaranya  penyuluh pertanian mempunyai peran penting untuk ikut serta meningkatkan kualitas petani. Oleh karena itu hal yang sangat wajar pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian mengambil langkah untuk lebih memberdayakan para penyuluh. Peran penyuluh pertanian sangat menentukan keberhasilan pembangunan pertanian.

Peran penyuluh pertanian dapat dikatakan sebagai garda terdepan untuk meningkatkan kualitas petani saat ini. Penyuluh berperan sebagai perantara dan penghubung informasi untuk maupun dari petani. Untuk mendukung tugas di lapangan sekaligus menyikapi salah satu kendala yang dihadapi dalam kegiatan penyuluhan pertanian yaitu jumlah tenaga yang masih sangat kurang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian.“Sehingga perlu didorong pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penyuluhan pertanian,” tutur Mentan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan saat ini telah lolos 11.670 THL TBPP Lingkup Kementerian Pertanian menjadi ASN PPPK yang telah lulus passing grade Tahun 2019.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, guna mewujudkan pencapaian target utama pembangunan pertanian, BPPSDMP melakukan sertifikasi kompetensi untuk 4.855 THL TBPP calon ASN PPPK dari lulusan SMK Pertanian/ SLTA Non Bidang Pertanian dan sederajat, Diploma Dua (D II) serta Diploma tiga (D III), sampai S1 yang tidak linier rumpun pertanian.

Sebagai tindaklanjut, sebanyak 4.855 penyuluh THL-TBPP  dapat mengikuti kegiatan sertifikasi yang dilaksanakan mulai 3 Nopember sd 15 November 2020. 4.842 penyuluh diantaranya sudah tercatat dan melakukan registrasi pada aplikasi Sister.

Melalui zoom meeting pelaksanaan sertifikasi di BBPP Batu, BBPP Ketindan dan Polbangtan Malang secara resmi dibuka oleh sekretaris Badan PPSDMP Dr. Ir Siti Munifah, M.Si. Dalam pembukaan Sekretaris Badan PPSDMP mengatakan, sertifikasi kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional.

Sertifikasi kompetensi THL-TBPP untuk memberikan pengakuan kompetensi profesi penyuluh pertanian melalui sertifikasi kompetensi kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut Munifah  demikian sapaan akrabnya,  mengamanatkan kepada para asesi agar proses sertifikasi dilakukan dengan sungguh-sungguh, tetap tenang dan tidak perlu takut karena bagaimana pun semua asesi tentu sudah memiliki bekal yang cukup melalui pengalaman yang sudah dijalani,  diakui memang pelaksanaan sertifikasi kali ini lebih cepat jika dibandingkan pada saat kondisi normal diikuti kegiatan sertifikasi dengan perasaan senang agar tidak menimbulkan efek yang kurang baik bagi  kesehatan maupun proses sertifikasi.

Begitu juga asesmen dimaknai dengan  pikiran positif, sebagai prasyarat yang diminta Menpan RB, tetap jalin hubungan kekeluargaan satu sama lain, komitmen bersama sangat dibutuhkan. Semoga melalui sertifikasi, semua asesi dapat hasil yang maksimal dan tentu pada akhirnya akan makin menguatkan sektor pertanian.

** T2S/Wan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here