Sekolah Tatap Muka Tunggu Zona Hijau, ASB Minta Disdik Evaluasi PJJ

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor memastikan tidak akan menggelar sekolah tatap muka, sebelum Kota Bogor berstatus kuning (masih ada beberapa penularan lokal) dan hijau atau bebas Covid-19.

“Secara aturan sekolah tatap muka bisa diselenggarakan, bila status zona sudah berubah menjadi kuning atau hijau, dan telah dinyatakan aman oleh pemerintah. Bila masih oranye takkan dibuka,” ujar Kepala Disdik Fachrudin kepada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Kendati nantinya Kota Bogor sudah berstatus kuning, namun RS masih dipenuhi dengan pasien Covid-19, maka pembukaan sekolah belum dapat dilakukan. “Bila di RS pasien positif sudah sedikit, maka sekolah akan dibuka secara bertahap,” katanya.

Fachrudin menegaskan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat ini sudah menjadi kebiasaan baru bagi siswa. Tetapi ia tak memungkiri bila efektivitas pembelajarannya masih lebih baik sekolah tatap muka.

“Sebab yang namanya PJJ itu membutuhkan kemandirian belajar dari siswa. Selain itu, guru juga harus menguasai metode dalam PJJ. Sementara kita kan belum berpengalaman soal itu,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mengatakan, pemerintah harus melakukan evaluasi capaian pembelajaran selama belajar online dan Penilaian Akhir Tahun (PAT), yang selama ini belum pernah dibahas.

“Hasil evaluasi pola pembelajaran dan pencapaian tatanan pelaksanaan pendidikan siswa selama pendemi dilaksanakan Disdik harus dapat dipertanggung jawabkan,” katanya.

Selain itu, Disdik harus mempublish evaluasi capaian pembelajaran kepada masyarakat, sebelum ada pedoman PJJ dan pasca-model online learning yang dilaksanakan di seluruh tingkatan pendidikan.

“Karena masyarakat, khususnya orangtua siswa, perlu mengetahui apa saja yang sudah dilakukan dan seperti apa hasilnya? Apakah sudah merata sebarannya di seluruh jenjang sekolah di wilayah Kota Bogor,” katanya.

Kata dia, hal itu penting dilakukan agar standar pencapaian hasil pembelajaran dapat dipertanggungjawabkan. Pemkot pun harus memastikan semua guru paham dengan metode PJJ dan memiliki kemampuan teknologi dan mampu mnyelenggarakan pembelajaran online seperti dalam pedoman PJJ.

Ia pun mengingatkan agar Pemkot Bogor lebih berhati-hati karena sepertiga jumlah penduduk kota adalah anak-anak. Oleh karena itu, evaluasi pencapaian pembelajaran di seluruh tingkatan pendidikan selama masa pendemi dan pasca harus jelas tolak ukurnya.

Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here