Proyek Lanjutan Pembangunan Pasar Cijeruk Dipertanyakan

0
116

Cijeruk | Jurnal Inspirasi

Pedagang di Pasar Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mempertanyakan proyek lanjutan pembangunan pasar tradisional yang menyerap anggaran hampir mencapai 2 miliar. Sebab, proyek lanjutan pasar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang dikerjakan PT Tri Tanerto Simber itu, dinilai hanya menghamburkan uang rakyat.

Misbah, pedagang di Pasar Cijeruk mengaku heran terhadap Pemkab Bogor yang kembali mengalokasikan anggaran untuk pembangunan lanjutan. Padahal, pasar tradisional yang saat ini sudah beroperasi, masih banyak kios maupun los yang tutup dan tidak dioperasikan pemilik.

 “Para pemilik kios dan los merasa percuma buka tempat usahanya juga, karena daya beli di pasar ini masih kurang dan cenderung sepi pengunjung,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/11).

Seharusnya, lanjut Misbah, sebelum akan melanjutkan pembangunan, Pemkab Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) melakukan kajian terlebih dulu.  “Kajian terkait ramai apa tidaknya Pasar Cijeruk, jangan sampai hanya jadi proyek mubazir,” paparnya.

Menurutnya, jumlah pembeli yang datang ke lokasi Pasar Cijeruk, masih jauh ramai dengan warga yang berbelanja ke Pasar Cigombong. Bahkan, jika dibandingkan dengan kondisi pasar desa di Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Pasar Cijeruk masih kalah ramai pembeli.

 “Jadi buat apa membangun lagi pasar dengan proyek miliaran kalau kondisinya sepi pembeli. Saya yakin tidak akan ada yang mau berjualan di pasar itu,” tegas Misbah.

Sementara, staf Unit Pasar Cijeruk, Haris menjelaskan, pihaknya tidak tahu menahu soal proyek pembangunan lanjutan Pasar Cijeruk tersebut. Pasalnya, untuk pembangunan pasar kewenangan Disdagin. “Kalau kami di PD Tohaga hanya penerima manfaat, untuk kuasa penguna anggaran (KPA) kewenangan Disdagin,” jelasnya.

Saat ini, kata Haris, dari jumlah kios dan los di Pasar Cijeruk sebanyak 121 unit, yang kondisinya tutup atau tidak dioperasikan pemilik, sebanyak 15 unit. “Mungkin kondisi pasar sepi pembeli, pemilik kios dan los pun enggan membuka tempat usahanya,” tukasnya.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here