Petani Pandeglang Semangat Menanam Bibit Manggis

0
62

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Petani di Desa Sindang Laut, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang semangat menanam bibit manggis bantuan Kementerian Pertanian yang digulirkan melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten. “Bibit segera kami tanam  mumpung masih ada hujan,“ ujar Upi, petani anggota Poktan Cipandan Jaya, salah satu kelompok tani penerima bantuan Selasa (3/11).

Bersama dua poktan lainnya yakni Sinar Bukit dan  Lebak Sari, mereka menerima tidak hanya bibit manggis, tetapi bantuan lain berupa pupuk organik. Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh petani yang  selama ini hanya memberikan pupuk kandang  jika tersedia di kandang.

“Bantuan pupuk kepada kami ini benar – benar sangat membantu kami petani manggis yang sangat membutuhkan pupuk.  Biasanya untuk tanaman manggis kami hanya memberikan pupuk kandang saja itupun hanya jika pupuk tersedia di kandang kerbau atau kambing di sekitar saja,“ ungkapnya.

Penanaman bibit bantuan tersebut dilakukan secara bersamaan di lahan seluas 50 ha dengan  luas masing – masing Poktan Cipandan jaya, 30 ha, Sinar Bukit  10 ha, dan Poktan Lebak Sari 10 ha. Petani berharap bantuan pupuk ini dapat membuat tanaman manggis tumbuh optimal serta dapat berproduksi dengan baik.

Upi pun berbagi tips menanam manggis yang biasa ia lakukan. Untuk tanaman manggis dengan umur kurang dari tiga  tahun, menurutnya terlebih dulu  harus dibawah naungan.  Iapun menuturkan tanaman manggis tumbuh optimal di lahan pegunungan berbukit dan  jarak  tanam kurang lebih lima  meter. “Kalau dibiarkan kena sinar matahari langsung daunnya layu karena terkena sinar matahari, kalau di tanah berpasir kurang bagus pertumbuhannya,“ jelasnya.

Mengenai kualitas, manggis ia mengaku belum mengerti standarnya. Ia hanya tahu manggis laku dijual di pasaran dengan harga baik.

Sementara Eli Safitri Penyuluh Kostratani Kecamatan Carita menuturkan, dalam membina petani manggis di Carita, pihaknya sudah membuat demplot tanaman manggis dengan menggunakan pupuk yang sama dengan yang diterima petani.  Penyuluh pun terus  mengedukasi mereka agar mengerti mengenai standar kualitas buah untuk pemasaran yang lebih baik.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan kekuatan yang luar biasa yang dimiliki pertanian Indonesia. Bukti kekuatan tersebut yakni banyaknya ekspor buah tropis ke mancanegara. Ekspor ini kata Mentan bahkan dilakukan hampis setiap hari. Mentan yakin masih banyak ruang – ruang terbuka bagi petani untuk meningkatkan ekspor. Karena negara – negara di Eropa, Amerika bahkan Asia banyak yang tidak memiliki buah tropis seperti yang dimiliki Indonesia.

Kepala badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menegaskan, SDM Pertanian memberikan kontribusi terbesar didalam mencapai tujuan pembangunan pertanian. Untuk itu BPPSDMP harus mampu mendorong dan menghasilkan generasi muda pertanian yang maju, mandiri dan modern. Hal itu didiwujudkan melalui tiga program aksi yang harus dilakukan yaitu Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung petani pengusaha milenial, penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung program utama Kementan. 

Melalui tiga pilar inilah BPPSDMP menggenjot SDM yang professional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa wirausaha yang akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sehingga akan mampu menyediakan pangan bagi 267 jiwa, dan mampu meningkatkan ekspor.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here