Kelompok Tani di Banten Terima Bantuan Bibit Manggis dan Pupuk Organik

0
115

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Sebanyak tiga kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten menerima bantuan bibit manggis dan pupuk organik. Wahyu Widayanti, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang menuturkan, pengembangan kawasan budidaya manggis Propinsi Banten tahun 2020 dipusatkan di Desa Sindang Laut, Kecamatan Carita seluas 50 hektar.

“Pemerintah terus melakukan program kegiatan pengembangan budidaya manggis. Untuk  propinsi Banten, tahun 2020 ini seluas 50 ha sumber dipusatkan di desa Sindang Laut kecamatan Carita, “ tutur Wahyu di Pandeglang, Senin (2/11).

Bantuan yang bersumber dari  APBN TP TA. 2020 melalui program kegiatan pengembangan kawasan budidaya manggis diserahterimakan Dinas Pertanian Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang ke poktan Cipandan Jaya, Poktan Sinar Bukit dan Poktan Lebak Sari semuanya berlokasi di Desa Sindang Laut, pada Oktober lalu. 

“Bentuk bantuan yang diberikan berupa 100 batang bibit manggis per ha, pupuk organik serbuk/ green star 20 pack per ha, pupuk semi organik/ NPK cair 10 botol per ha, dan pupuk organik granular  2 ton per ha,“ terangnya.

Sebagai informasi  Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten sentra manggis di Provinsi Banten. Data BPS tahun  2019 menunjukan kisaran jumlah populasi tanaman manggis 65.644 pohon produktif dan produktivitas antara 150 – 200 kilogram per pohon.

Populasi tanaman manggis tersebar di lebih dari tujuh kecamatan sentra seperti kecamatan Bojong, Carita, Cisata, Jiput, Cimanggu, Cikedal, Menes, Picung dan Cigeulis. Manggis  sudah lama dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Permintaan pasar luar negeri cukup tinggi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menekankan pentingnya upaya mempertahankan dan meningkatkan mutu serta kualitas komoditas pertanian yang dihasilkan. Hal ini merupakan bagian dari program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GraTiEks) komoditas pertanian yang dicanangkannya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi memastikan bahwa BPPSDMP akan mengoptimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di seluruh Indonesia mendukung GratiEks.

Menurut Dedi Nursyamsi, salah satu upaya BPPSDMP mendukung kebijakan Mentan adalah mengembangkan 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia. Mereka tergolong unggul, dengan rata-rata berusia di bawah 40 tahun dan menjadi  tumpuan masa depan pertanian Indonesia.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here