Lahan TNGHS Digarap Petani Lima Tahun Kedepan

0
339

Kerjasama Pemkab, TNGHS dan KTH

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor Ade Yasin menandatangani perjanjian kerjasama kemitraan konservasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Selasa (27/10).

Lahan TNGHS yang bakal digarap oleh para petani ada 40,2 hektare untuk lima tahun kedepan, nantinya lahan tersebut bakal ditanami lengkuas, jahe merah dan kapulaga yang diharapkan bisa meningkatkan nilai ekonomi masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Ade Yasin mengatakan, ini merupakan bentuk kejasama yang langsung di implenmentasikan oleh para kelompok  petani. Mereka diberikan lahan seluas 40,2 hektare oleh Kepala Balai TNGHS yang bisa dimanfaat oleh petani.

“Saya tadi sudah melihat lahan pertanian yang ditanami jahe merah dan laja. Jika melihat progresnya, tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan untung bisa mencapai 70 persen dari modal yang ada,” ujarnya.

Adanya keluhan petani akan sulit mendapatkan bibit jahe merah,  Ade Yasin menyampaikan, ia bakal membuat program bibit yang bakal dibagikan ke petani. Dirinya juga sudah menyampai hal tersebut kepada kepala dinas agar petani diberikan bibit gratis.

Intinya, kerjasama ini tidak merusak hutan tetapi hutan tetap terjaga dari erosi dan longsor. Selain itu, masyarakat di tengah pademi bisa memiliki penghasilan dari menanam jahe merah. “Di tengah pademi, menanam jahe merah selain badan sehat  bisa mendapatkan nilai ekonomi yang tinggi. Kita juga bakal mengembangkan kerjasama di wilayah lain,” katanya.

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAE ) Wiratno mengatakan, hutan yang ada di Indonesia memilik sejarah, tentunya harus dilindungi dan tidak dirusak. Kerjasama pemanfaatan lahan hutan dengan kelompok tani di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung agar lahan hutan tidak rusak dan gundul.

“Uang dari hasil penebangan hutan tentunya tidak akan berkah. Sehingga hutan lindung perlu dijaga bersama-sama,” katanya.

Ia menambah ada 40,2 hektare lahan yang dimanfaatkan oleh para petani untuk ditanami jahe merah, lengkoas, dan kapulaga. “Saya berharap lahan tersebut bisa dimanfaatkan oleh para petani dalam menjaga kelestarian hutan, ” harapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sukendar menyambut baik upaya ini karena meningkatkan kesejahteraan petani dan bisa menjaga kelestarian hutan. Ada 3 hektare lahan yang sudah ditanami jahe merah, dan hasilnya menguntungkan.

“Saat ini yang dibutuhkan para petani yakni bibit. Kita berharap Bupati Bogor bisa membantu petani dengan memberikan bibitnya, ” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan/Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here