Dewan Cendekiawan Saudi Kecam Presiden Prancis

0
187
Poster Emmanuel Macron

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron. Lembaga keagamaan tertinggi di Saudi itu menegaskan, penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW bukan kebebasan berekspresi. Pernyataan ini disampaikan seputar penerbitan kartun Nabi Muhammad di Prancis yang berulang. “Memfitnah Nabi Muhammad hanya akan memancing sikap ekstrimisme,” demikian pernyataan  Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA), Senin (26/10).

Dewan mengajak semua pihak di seluruh dunia, baik individu maupun organisasi, untuk mengecam penghinaan seperti itu karena tidak terkait dengan kebebasan berekspresi dan cara berpikir bijak.

Disebutkan dalam pernyataan, agama Islam melarang menuduh nabi apa pun melakukan kesalahan serta menyerang tokoh agama apa pun.

Dewan juga menyerukan kepada umat Islam untuk merefleksikan ajaran Nabi Muhammad dengan memberi teladan kepada semua orang serta beramal demi kebaikan. Penghinaan Nabi Muhammad ini terkait dengan penerbitan ulang kartun oleh tabloid Prancis Charlie Hebdo sejak bulan lalu. Langkah itu diambil untuk menandai dimulainya sidang kasus penyerangan kantor redaksi tabloid pada 2015 yang menewaskan 12 orang.

Penerbitan ulang kartun Nabi Muhamad mengundang kecaman luas dari kalangan muslim seluruh dunia. Dua pekan lalu, seorang guru sejarah yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada para siswanya saat mengangkat tema kebebasan berekspresi dibunuh.

Presiden Emmanuel Macron saat menyampaikan pidato di upacara pemakaman guru bernama Samuel Paty itu mengatakan, negaranya tak akan menyerah dengan kartun. Pernyataan Macron itu kembali memancing kemarahan umat Islam dan seruan boikot produk Prancis yang telah dilakukan di Timur Tengah.

** ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here