Desa Cikarawang Bakal Jadi Pionir Kelapa Pandan Wangi

0
306

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Pohon kelapa mengandung sejuta manfaat. Mulai dari akar, batang, daun, hingga buahnya, yang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Bahkan di tengah pandemi Covid-19, permintaan Kelapa Genjah Pandan Wangi asal Thailand meningkat.

Hal itu yang mendorong petani perkebunan, Azis Natawijaya asal Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga mengembangkan  tanaman Kelapa Genjah Pandan Wangi. Azis mengatakan,  kelapa jenis ini memiliki banyak manfaat sehingga banyak dicari masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Kelapa Panda Wangi selain bisa meningkatkan imunitas, kelapa dengan tinggi satu meter ini mempunyai wangi yang khas yakni aroma pandan, dan rasa air kelapanya manis. Ditambah lagi daging buahnya tipis tapi memiliki tekstur yang lembut dan mudah ditelan.

“Usia tiga tahun kelapa Pandan Wangi sudah bisa dipanen. Untuk harga bibit kelapa Pandan Wangi usia  8- 9 bulan dijual Rp 350 ribu,” ujarnya.

Azis menambahkan, satu pohon Pandan Wangi dengan tinggi hanya satu meter bisa menghasilkan 200 butir kelapa. Kelapa Pandan Wangi bisa dipanen jika sudah berumur tiga tahun. Sedangkan untuk media tanamnya tidak cukup sulit hanya mengunakan pupuk organik.

Sedang jarak tanam kelapa Pandan Wangi yakni berjarak lima meter.  Satu hektare tanah kosong, bisa di tanami 150 bibit Kelapa. “Paling banyak pesanan bibit kelapa Pandan Wangi ke daerah luar Jawa. Harga satu butir kelapa Pandan Wangi dijual Rp 22 ribu.  Jika dijual di toko buah modern  Rp 55 ribu,” katanya.

Sebagai wujud kepedulian terhadap Desa Cikarawang dirinya bakal membagikan bibit kelapa Pandan Wangi seperti yang sudah dilakukannya di daerah luar Kabupaten Bogor. Hal tersebut dilakukan agar para petani yang ada di Desa Cikarawang bisa menanam bibit pohon Kelapa Pandan wangi yang saat ini masih langka. 

“Di tengah pandemi Covid-19,  saya ingin ini memajukan Desa Cikarawang dengan program sentral Kelapa Pandan Wangi. Nantinya, Desa Cikarawang jadi pionir Kelapa Pandan Wangi,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here