Tempat Wisata dan Hotel Diminta Perketat Protokol Saat Libur Panjang

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meminta agar tempat wisata dan hotel memperketat protokol kesehatan saat libur penjang pekan depan. “Kami sudah koordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan juga dengan beberapa asosiasi seperti pengelola perjalanan untuk memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim kepada wartawan, Kamis (22/10).

Menurut Dedie, pihaknya juga meminta agar hotel memperhatikan kapasitas hotel dengan membatasi jumlah pengunjung. “Kota Bogor masih PSBMk, jadi harus batasi 50 persen,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri serta Tim Elang akan dikerahkan untuk membantu pengawasan. “Situasi saat ini belum aman, walaupun kondisi bogor saat ini di zona oranye nanti bisa meningkat lagi ke zona merah. Saya meminta didukung agar Kota Bogor tidak tergelincir lagi ke zona merah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) republik Indonesia, Doni Monardo mengatakan, liburan panjang bisa menimbulkan resiko dan penularan penyebaran  Covid-19, sehingga masyarakat harus bijak.

“Jangan memanfaatkan kondisi cuti panjang ini mudik, tetapi mengatur waktu ketika akan mudik dan misalnya liburan itu tidak menumpuk di satu waktu. Lebih baik melakukan liburan sehat di rumah,” katanya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here