Warga Tutup Galian yang Melewati Pipa Gas

0
136

>> Oknum Puspom Disebut Ikut Andil Kerjasama

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Warga Desa Cicadas berbondong-bondong menutup galian C yang masih beroperasi dan melewati jalur pipa gas, Kamis (15/10). Kekhawatiran warga akan keselamatan beralasan sangat kuat pasalnya perusahaan yang melakukan galian C tersebut belum melengkapi SIKA (Surat Izin Kerja Aman), dan jembatan lintas pipa gas juga dinilai belum memiliki standar keamanan yang sudah ditentukan oleh Pertamina Gas (Pertagas).

Kodinator Aksi, Yusuf Aditia berharap galian C tersebut ditutup sambil benar-benar perusahaan penggali tersebut memenuhi syarat lintas jalur pipa gas. “Ini merupakan aksi kami protes kami yang ke 3 kalinya, kami pun sudah melayangkan surat kepada pihak Pertagas, namun sampai saat ini belum ada tindakan dari pihak pertamina atau instansi terkait, baik Muspika maupun Muspida, oleh karena itu kami akan portal permanen sampai pihak perusahaan dan Pertagas melakukan tindakan serta melaksanakan prosedur sesuai dengan ketentuan yang ada,” jelasnya, Kamis (15/10).

Lanjutnya, “Kami bukan mau menghalangi siapapun yang mau berusaha, tapi tolong aturan mainnya dijalani. Aksi ini merupakan bagian kekhawatiran kami sebagai warga yang akan terkena dampak jika pipa gas ini meledak, oleh karena itu lebih baik kami mencegah sebelum hal buruk terjadi.”

“300 lebih warga sudah menandatangani untuk menolak kegiatan galian C ini, tanggal 4 oktober lalu ada pihak Pertagas dan pemohon datang, tapi ketika kami sampaikan apa ini sudah benar atau belum sesuai prosedur tidak ada yang bisa menjawab, kami juga menyayangkan Bumdes yang ikut melakukan kerjasama  dalam kegiatan ini seolah mengabaikan keselamatan masyarakat,” tandasnya.

Di tempat yang sama Nelson sebagai investor dalam perusahaan mengakui memang belum mengantongi Izin SIKA, namun sedang dalam proses pengurusan. “Kami bekerja sama dengan Puspom TNI AD dalam proses ini Koperasi, dan Bumdes juga melakukan kerjasama, kalo SIKA memang belum kami kantongi tapi sedang dalam proses pengurusan, dan kalau masyarakat bertanya siapa yang akan bertanggung jawab jika pipa gas meledak kami belum bisa bertanggung jawab sampai sejauh itu,” jelas nya.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here