Warga Kampung Dukuh Pertanyakan Usaha Perakitan Helm

0
97

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Puluhan warga Kampung Dukuh RT 02/03 bersama Karang Taruna Desa Situ Ilir mengontrog proyek pembangunan perakitan helm yang diduga menyalahi aturan perizinan. Musababnya izin lingkungan pun hanya melibatkan 37 orang saja.

“Saya minta izin dicabut karena mereka jelas menyalahi aturan perizinan serta minta transparansi baik secara persuasif dan koordinasi dengan unsur masyarakat sekitar,” kata Ketua Karang Taruna Desa Situ Ilir Sopian kepada wartawan, Senin (12/10).

Pria yang disapa Piong menegaskan, pembangunan proyek tersebut harus memenuhi aturan Permendagri yang mengatur terkait radius. Karena, hanya beberapa warga saja yang dilibatkan mengenai perizinan.

“Izin wilayah dan jumlah yang tandatangan kalau melihat Permendagri minimal 100 orang tapi hanya 37 orang di satu wilayah harusnya setiap RT dilibatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Situ Ilir mengaku, bahwa pihaknya sudah melakukan musyawarah di wilayah RT 02/03, tapi tidak melibatkan semua RT dan sudah disampaikan perihal pembangunan pabrik tersebut.

“Jadi pada waktu pembuatan izin lingkungan semua sudah membuat kesepakatan dengan melakukan pendatanganan peruntukan perakitan helm,” tuturnya.

Bahkan ia menuturkan, bahwa pabrik ini bukan peruntukan produksi melainkan perakitan saja. Makanya, pemdes pun terus melakukan koordinasi perihal limbah dan lainnya.

“Jadi untuk produksi bukan disini  dan hanya sebagai tempat perakitan dan semua sudah ada izinnya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here