Kedai Kopi Lain Hati Diduga Belum Kantongi Izin Lingkungan

0
173

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Keberadaan Kedai Kopi Lain Hati, di Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, diduga belum mengantongi izin. Hal itu diungkapkan Sekretaris Desa Bendungan, Dede Herdiana. Menurutnya, semenjak berdirinya kedai kopi yang berada di lokasi pertokoan persisnya didepan simpang Seuseupan, belum pernah ada dari pihak pengusaha yang datang ke desa untuk memproses perizinan, seperti izin lingkungan atau warga.

 “Kedai Kopi Lain Hati yang saya tahu belum ada izin lingkungan atau warga. Karena sampai sekarang pengusaha kedai tersebut tidak pernah ada datang ke desa,” aku Dede Herdiana kepada wartawan.

Padahal, kata Sekdes Bendungan, saat peresmian atau launching kedai kopi itu, banyak tamu undangan yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan akademisi sampai para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

 “Kalau tidak salah saat peresmian hadir juga Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan ke kedai kopi tersebut,” paparnya.

Dede menyayangkan dengan pengusaha kedai kopi yang tidak menghargai keberadaan pemerintahan desa, termasuk keberadaan warga sekitar yang tidak diundang sama sekali.  “Mungkin juga karena kenal dengan petinggi di Pemkab Bogor, pengusaha malah mengabaikan salah satu persyaratan perizinan,” ungkapnya.

Dede minta agar Pemkab Bogor tidak tebang pilih terhadap pelaku usaha yang melanggar aturan. Sehingga, dapat memberikan efek jera terhadap siapa saja pengusaha yang sengaja mengabaikan aturan. “Bila salah siapa saja pengusahanya, tegur saja. Berikan peringatan agar memberikan efek jera,” tegasnya.

Sementara, Pengawas Ciawi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tata Bangunan wilayah III, Dedih Kosasih menyatakan, untuk persoalan Izinan mendirikan bangunan atau IMB, pihak pemilik sudah mengantonginya.  “Pemilik lahan dan bangunan sudah memiliki izin yakni IMB pertokoan,” jelasnya.

Namun, Dedih mengaku tidak tahu menahu persoalan izin lingkungan terkait kedai kopi yang sekarang menempati pertokoan.  “Untuk persoalan itu saya tidak tahu,” tukasnya.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here