13 Tahun Jebol, Irigasi Kali Cicaung Terabaikan

0
266

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Sudah 13 tahun bangunan irigasi Cicaung tepatnya di Kampung Kalong Jalan RT 01 RW 01 Desa Kalong 2, Kecamatan Leuwisadeng  jebol pada bagian saluran paritan hingga terkesan terabaikan. Irigasi Cicaung untuk mengairi ke wilayah pesawahan Blok Sawahlega seluas 7 hektare yang belakangan ini sering dilanda kekeringan.

“Jebolnya irigasi  ini  karena usianya yang sudah cukup tua, namun saat ini Pemkab Bogor tak pernah memperbaikinya,” kata ketua Kelompok Tani Harapan Jaya Maskur kepada Jurnal Bogor, Senin (12/10).

Menurut Maskur,  saluran irigasi yang mengairi  hektaran lahan pertanian sering mengalami  jebol, karena belum pernah ada perbaikan sehingga sejumlah warga petani sering bergotong royong memperbaiki bendungan yang jebol itu.”  Kalau tidak salah irigasi ini pertama dibagun pada tahun 2005, mulai jebolnya sekitar 2007,” kata dia.

Akibat  jebolnya bendungan, kata Maskur, berdampak terhadap debit airnya yang tidak normal, apalagi musim kemarau. Sejumlah warga petani, mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bogor dan Dinas terkait secepatnya memperbaiki irigasi tersebut.

Termasuk jebolnya bendungan Peres yang berlokasi di Kampung Pasirgintung RT 02 RW 04 Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung. Seperti diketahui bendungan Peres tersebut untuk pasokan saluran air ke area pesawahan di wilayah Desa Kalong 1 termasuk pesawahan Desa kalong 2. ” 25 hektar  sawah sebagian berubah menjadi lahan kering, karena sama sekali tidak adanya pasokan air,” tuturnya.

Selain irigasi yang sering mengalami kerusakan, ditambah sepanjang 1 kilo meter bangunan paritan seluruhnya sudah mengalami kerusakan. ” Sepanjang banguna paritan menuju Sawahlega terlihat sudah pada rusak,” jelas Maskur.

“Saya khawatir kalau masih belum diperbaiki juga berakibat lahan pertanian yang ada di sini mengalami kekeringan dan akan sangat merugikan para petani,” tandasnya.

Ia bersama kelompok tani sudah beberapa kali melaporkan persoalan dan disampaikan Musrenbang Kecamatan Leuwisadeng. Namun anehnya, sampai saat ini belum ada realisasi apapun dari dinas terkait.

Sementara, Pjs Kepala Desa Kalong 2 Engkos Kosasih membenarkan lahan pesawahan milik warga petani sebagian sudah mengering dan dipenuhi rumput liar karena tidak adanya pasokan air untuk mengairi k elahan mereka. ” Ada dua titik bendungan yang rusak, pertama bendungan Peres keduanya irigasi kali Cicaung,” sebut Engkos disaat survei lokasi pertanian, bersama Babinsa  dan masyarakat dari kelompok Tani Harapan Jaya.

“Kami harap dinas terkait untuk cek lokasi agar bendungan Kali Cicaung  segera ada penanganan serus,” harap Engkos.

Hal yang sama juga dikatakan Sekretaris Desa Kalong 2, Mumun Sulaemah yang mengaku sering kedatangan petani ketika saluran airnya tidak berfungsi akibat sering jebol pada bangunan irigasi. “Mereka mengaku kewalahan  untuk memperbaikinya, karena bangunannya sudah tua sewaktu waktu bisa kembali rusak,” tuturnya.

Hal tersebut, kata Mumun, sudah diusulkan di MusrenbangDes, namun kewenangannya ada di Pemkab Bogor. “Mudah-mudahan dari Dinas PUPR segera ada solusi untuk perbaikan irigasi tersebut,” pungkasnya.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here