Kerusakan Irigasi Karehkel Sudah Lama

0
158
Tanaman padi tidak bagus karena kekurangan air.

Ketua Komisi I:  Dinas Kemana Saja?!

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

KETUA Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Usep Supratman meminta dinas terkait untuk segera menjawab persoalan irigasi yang sudah lama jebol, tepatnya di Kampung Parungpanjang, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang.

Irigasi yang jebol itu, untuk segera dilakukan  penanganan, karena pemanfaatannya sangat besar untuk mengairi kepasawahan warga petani sekitar 200 hektare di 13 RW diwilayah Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang.

“Dinas terkait kemana aja, ini jebol irigasi  kejadian tahun 2018, tetapi sampai saat ini gak ada perbaikan, mohon ada jawaban dari dinas,” tegas wakil rakyat dari PPP kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Usep prihatin, karena sumber air bagi warga petani merupakan prioritas untuk menopang kebutuhan ketahanan pangan.” Saat ini irigasi yang jebol itu belum ada tindakan, padahal dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, ketahanan pangan wajib kita jaga dan terus dilakukan penguatan,” bebernya.

“Mulai dari penyuluh pertanian, kades dan pihak kecamatan  harus terus mendesak ke dinas terkait agar irigasi yang rusak itu bisa segera diperbaiki,” paparnya.

Saat ditemui di kantornya, Camat Leuwiliang Daswara membenarkan bahwa kerusakan irigasi untuk mengairi ke pesawahan warga Desa Karehkel terjadi pada tahun 2018.” Sebelum kami menjabat Camat di Leuwiliang kerusakan irigasi itu sudah terjadi,” ujarnya.

Akan tetapi, kata Daswara pihaknya tidak lepas tangan, hal ini sudah dibahas di Musrenbang tingkat Kecamatan dan diusulkan melalui SKPD Kabupaten Bogor. “Aspirasi masyarakat kita laporkan kepada SKPD, baik dari mekanisme termasuk rapat rapat kordinasi dalam sistem pengajuan anggaran dalam musrembang,” kata dia

“Pihak UPT Cabang dinas kan ada disini, ia juga pasti tau. Sekarang tinggal kepedulian  dari pihak SKPD terkait bagaimana  menyikapi  kondisi tersebut,” ungkapnya.

Sementara, Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wil. IV, Ruddy Supandi mengemukakan, bahwa kerusakan irigasi  kali Cigatet yang bersumber dari saluran air Kali Cianten sebelumnya sudah disurvei dan dilaporkan ke Dinas PUPR Kabupaten Bogor. ” Sudah kita survei dan dilaporkan ke dinas PUPR mudah-mudahan perbaikannya segera,” ucapnya.

Dia juga mengakui kerusakan irigasi tersebut sudah cukup lama. “Menurut staf saya memang iya sudah lama. Makanya sekitar bulan Juli 2020, kami langsung survei ke lokasi tersebut,” tandasnya.

Ketika ditanya apakah irigasi yang sudah lama rusak itu pada 2021 mendatang sudah masuk anggaran untuk perbaikan, menurut Rudy, UPT hanya mengakomodir dan mangusulkan saja. “Tentu kewenangan adanya di dinas,” ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  Kabupaten Bogor, R. Soebiantoro W ketika dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya diwartakan Jurnal Bogor, ketua RT 03 RW 02 Kampung Karehkel Darto mengatakan, memasuki musim hujan tidak menutup kemungkinan saluran irigasi penanggulangan hasil swadaya masyarakat dengan menggunakan material kayu dan bambou itu bisa kembali jebol, sebabnya derasnya air.

Diakuinya, Pemkab Bogor  belum pernah memperbaiki irigasi yang jebol itu, padahal kejadiannya sudah lama. Menurut Darto pasokan air ke areal persawahan sejak saluran air jebol sangat minim. “Padahal padi sedang butuh-butuhnya air, jadinya hasil panennya seperti ini, tidak bagus,” tuturnya.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here