Limbah BUMN Jebol, Ratusan Warga Tuntut PTPN 8

0
Tim kuasa pendamping masyarakat LSM Genpar saat audensi dengan pihak perusahaan PTPN 8.

Cigudeg I Jurnal Inspirasi

Pasca jebolnya kolam penampungan limbah cair yang ditimbulkan dari perusahaan BUMN PTPN 8 Perkebunan Kelapa Sawit 2 (PKS) Cikasungka yang terletak di wilayah Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg diduga mengakibatkan daerah aliran sungai (DAS) tercemar.

Menyikapi hal ini, Ketua LMS Genpar yang merupakan kuasa pedamping masyarakat yang terdampak,  Sambas Alamsyah mengatakan, akibat jebolnya beberapa waktu lalu, tempat kolam penampungan limbah cair membuat  ratusan masyarakat  resah lantaran aliran air Sungai Cikalong tercemar dan menimbulkan bau busuk.

“Warga mengaku resah, sehingga mereka menuntut perusahaan untuk  dibuatkan MCK di beberapa titik yang tidak jauh dengan Sungai Cikalong,” kata Sambas kepada Jurnal Bogor, Sabtu (4/10).

Setelah kejadian, kata Sambas, pada Kamis (1/10) pihaknya melakukan audensi dengan manajer dan pihak humas dari perusahaan PTPN 8. “Kami mendesak pihak manajemen segera memperbaiki kolam yang jebol itu, karena air dari sungai tersebut biasa didigunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan MCK dan yang lainnya,” papar Sambas.

Pihak perusahaan, kata dia harus tanggap karena air tersebut biasa digunakan kebutuhan masyarakat setiap hari bahkan setiap waktu. Sambas menegaskan, jika dalam jangka waktu 1 minggu diabaikan maka ribuan warga yang terdampak akan melakukan aksi demo. “Warga bakal menggelar aksi untuk menutup seluruh kegiatan perusahaan tersebut,” tegasnya.

“Sekaligus kami menagih CSR yang ada di BUMN tersebut untuk segera memprioritaskan di wilayah Cigudeg dan Jasinga yang terdampak untuk dibuatkan MCK di beberapa titik daerah aliran sungai Cikalong,” tuturnya.

Masih dipaparkan Sambas, dalam kejadian tersebut bahwa pihak manajemen perusahaan PTPN 8 segera mengundang 2 jajaran Muspika, yakni Kecamatan Cigudeg dan Jasinga sebagai bentuk permohonan maaf dan  bertanggung jawab akibat insiden tersebut. “Kami harap untuk tidak terulang kembali atas kejadian jebolnya penampunga limbah tersebut,” jelasnya.

Sementara, Humas PTPN 8 Iwan berkilah bahwa kolam penampungan limbah tersebut itu bukan jebol tetapi hanya kelimpas  karena debit hujan yang cukup tinggi. “Sudah langsung kami lakukan upaya pemindahan debit volume limbah ke kolam lain. Kami bersama Muspika langsung terjun ke lapangan. Secara tertulis sudah diketahui kepala desa dan tembuskan ke muspika berikut DLH Kabupaten Bogor. Keadaan sekarang sudah kondusif dan normal kembali,” imbuhnya.

Jika warga ingin dibuatkan MCK di berapa titik, Iwan menyebutkan pihaknya mau mengakomodir perihal permohonan warga tersebut. “Cuma kalau berapa- berapa titiknya belum bisa menjawab soalnya kami harus koordinasi dulu dengan yang di pusat,” jelasnya.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here