Kecamatan Ciawi Dan UPT Pengelolaan Sampah Jalankan Surat Edaran Bupati

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kecamatan Ciawi bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknik (UPT) Pengelolaan Sampah wilayah III pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor beserta pemerintah desa melakukan aksi bersih – bersih. Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari surat edaran Bupati Bogor tentang World Clean Up Day atau hari kebersihan dunia yang jatuh pada Selasa (29/9).

Kepala UPT Pengelolaan Sampah wilayah III, Rudi Andryanto mengatakan,  kegiatan bersih-bersih ini bagian dari tindak lanjut surat edaran Bupati Bogor tersebut. “Pemerintah Kecamatan Ciawi bekerjasama dengan UPT Pengelolaan Sampah melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan perkantoran,” ujarnya kepada wartawan.

UPT Pengelolaan Sampah, lanjutnya, sebagai kepanjangan dari DLH Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi kegiatan hari kebersihan dunia ini. “Jadi seluruh petugas pengelolaan sampah di wilayah III, ikut turun membersihkan sampah di sepanjang jalur Ciawi. Satu armada truk sampah pun kami siapkan untuk pengangkutan,” papar Rudi.

Rudi pun mengaku, saat ini di kantor UPT nya sudah disediakan protokol kesehatan, mulai dari tempat cuci tangan, handsanitezer dan alat pengukur suhu badan. “Kami bersama-sama memerangi Virus Corona dengan menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara, Camat Ciawi Adi Heryana menjelaskan, di kegiatan tersebut, pihak kecamatan mengandeng semua instansi pemerintahan yang ada di wilayah Ciawi, mulai dari UPT maupun desa-desa yang ada di Ciawi.  “Untuk desa melakukan kebersihannya di desa atau sekitar lingkungannya, kalau kita (kecamatan-red) fokusnya di lingkungan kantor kecamatan,” kata Camat Ciawi.

Untuk desa sendiri, sambung camat, melaksanakan kegiatan kebersihan secara serentak di 13 desa yang ada di wilayah Ciawi. “Titik-titik lokasinya ada yang di sekitar kantor desa atau jalur protokol desa. Tujuannya guna memacu supaya wilayah  Kecamatan Ciawi ini bersih dari sampah. Apalagi kan kemarin salah satu terjadinya banjir serta longsor penyebabnya adalah sampah yang dibuang sembarangan,” ungkapnya.

Adi minta masyarakat agar dapat memberdayakan sampah menjadi rupiah. Dengan kata lain di olah sedemikian rupa agar dapat menjadi pupuk kompos.  “Kita akan coba edukasikan secara bertahap kepada masyarakat. Sebab hal ini sudah ada yang melaksanakannya seperti di Desa Banjarwangi. Sistemnya kerjasamanya dengan Bumdes. Jadi  masyarakat diberikan edukasi temtang pengolaan sampah yang hasilnya bisa dimaksimalkan untuk PAD desa,” jelasnya.

Terkait masalah tumpukan sampah yang belum dapat teratasi khususnya di Desa Cileungsi, pihak kecamatan sudah melakukan koordinasi dengan UPT DLH. Hal ini dimaksudkan agar sampah yang ada bisa diangkut dulu ke TPA Galuga.

“Disamping nantinya kita kerjasama dengan desa, bagaimana caranya agar bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lain. Apalagi kan lahan itu lahan desa dan bisa ditutup, setelah itu desa dapat mengolahnya untuk kepentingan yang lain seperti taman,” tukas Adi.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here