Peduli Kemanusiaan, PPKS Kerjasama dengan Katar Cigudeg Santuni 60 Anak Yatim

0
99

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Paguyuban Pemuda Pemudi Kampung Setu Nanggung (PPKS) RT 01 RW 06, Desa Bangunjaya, Kecamatan Cigudeg menggelar  santunan kepada puluhan anak anak yatim piatu dengan tema “Mengetuk pintu langit” berlangsung di Mushola Al- Barokah, Minggu (20/9).

Panitia penyelenggara Budianto mengatakan, kegiatan santunan yatim  hasil kerjasama antara pemuda pemudi warga Kampung Setu Nanggung dengan organisasi kepemudaan Karang Taruna Kecamatan Cigudeg. “Sebanyak 60 anak-anak yatim yang tersebar di 14 RT, 4 RW di dua 2 dusun di wilayah Desa Bangunjaya diberikan bantuan berupa uang saku, paket sembako serta satu buah Al Quran.

Santunan tersebut merupakan hasil swadaya PPKS dan Karang Taruna termasuk bantuan dari para donatur lainnya. “Mudah-mudahan yang telah membantu kegiatan tersebut  dapat  memberikan keberkahan,” ucap Budi kepada wartawan.

Selain itu dia juga berharap santunan ini dapat bermanfaat untuk para anak yatim. Budianto yang juga Wakil Ketua Bidang Program Karang Taruna Cigudeg menyebutkan, kiprah organisasinya  telah memberi warna positif bagi masyarakat.” Momentum ini disyukuri sekaligus konsolidasi  penguatan SDM tim kerja,” sebutnya.

Sementara, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cigudeg, Madropi atau lebih akrab dipanggil Opik menyampaikan apresiasi positif dengan terselenggaranya bakti sosial untuk para anak- anak yatim di wilayah desa setempat.” Berbagi bukan tentang seberapa besar dan seberapa berharganya, namun yang terpenting peduli sebagai rasa syukur kita,” kata dia.

Lanjut Opik mengatakan, organisasi kepemudaan merupakan wadah untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi positif  untuk perubahan. Pada acara itu, alunan marawis dari kelompok Destana menyambut kemeriahaan jalannya santuan anak anak yatim.

Sementara, Ketua PPKS Hermanto atau yang akrab dipanggil Manto mengakui kegiatan  tersebut pertama kali dilaksanakan. “Dengan eksistensi PPKS, kedepan bisa terus berlanjut jangan sampai saat ini saja,” jelasnya.

Maka itu, kata Manto, organisasi  berdiri kuat tentu saja harus ditopang dengan bergabungnya sejumlah  para tokoh dan masyarakat. “Kedepan jiwa sosial bisa lebih ditingkatkan lagi jangan sampai padam. Termasuk kegiatan keagamaan dan kebudayaan semua harus berjalan dengan baik,” pungkas Manto.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here