2 Tahun Dibiarkan Rusak, Bendungan Cimanaracun Minta Diperbaiki

0
58

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Sejumlah warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Lestari Kompak Berseri meminta bendungan irigasi Cimanaracun yang  terletak di Kampung Nanggewer RT 03 RW 01, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung minta segera diperbaiki.

Pasalnya, bangunan bendungan irigasi untuk mengairi sawah di Blok Misnan seluas belasan hektar kini kurang berfungsi lantaran badan bangunan irigasi kedaannya sudah bocor.

“Bendungan irigasi ini dibangun tahun 2018 tapi sudah rusak  dan sudah dua tahun ini pemerintah  belum memperbaikinya,” kata Ketua Poktan Lestari Kompak Berseri, Momod Rusmana kepada Jurnal Bogor, Selasa (28/7).

Bendungan Cimanaracun, kata Momod, hanya tampilannya saja terlihat bagus, tetapi terdapat bagian bangunan bawah saluran airnya sangat berantakan. “Warga petani mulai resah karena  bangunan tersebut tak kunjung diperbaiki,” keluh Momod.

Menurutnya, bangunan bendungan irigasi menghabiskan ratusan juta, namun kualitasnya tidak sesuai dengan anggaran. “Pertama dibangun  bocornya tidak seberapa, tetapi kurun waktu 3 minggu sudah terlihat parah dan bocornya di beberapa titik hampir 50 meter sehingga air untuk ke pesawahan tersebut tidak maksimal,” kata dia.

Momod mengaku kewalahan karena dua sehari sekali ia memperbaiki lubang lubang air yang bocor. “Kami berharap pihak pemerintah untuk segera memperbaiki bendungan irigasi ini,” pintanya.

Sedangkan, Erwin Jamaludin, Ketua LPM Desa Batutulis menyebutkan kondisi bangunan bendungan irigasi  bocornya tidak sedikit. “Jadi kalau diperbiki tidak secara serius, hanya percuma saja,” jelasnya.

Menurut Erwin, terdapat bagian hamparan bawah sebelum dicor juga harus menggunakan wermes. Musababnya kalau pengerjaannya asal-asalan, binatang seperti kepiting akan mudah masuk dan mengoyak sejumlah saluran air.

UPT Insfastruktur Irigasi kelas A Wilayah V melalu juru pengairan wilayah Kecamatan  Nanggung  Dani, menyatakan keberadaan bangunan bendungan irigasi  sudah diusulkan ke UPT dan Kasubag TU untuk dilakukan perawatan.” Kebocoran bendungan Cimanaracun sebelumnya sudah ada laporan dari petani, maka itu perbaikan bendungan tersebut direncanakan  pada 2021,” tukasnya.

Tak hanya itu, termasuk pelaksanaan bangunan irigasi tersier yang mengairi ke Blok Landeuh. “Informasinya dimasukan di anggaran Alokasi Bantuan Tambahan (ABT) dan dilaksanakan 2021. Mudah mudahan bulan sekarang ini sudah terealisasi karena UPT Pengairan  sudah mengusulkan ke Dinas PUPR,” pungkasnya.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here