Warga Puncak Mulai Kekurangan Air Bersih

0
42

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Musim kemarau mulai berlangsung di wilayah Puncak yaitu Cisarua dan Megamendung yang kini mulai kekeringan. Sumur-sumur yang ada di rumah warga sebagian besar sudah tidak mengeluarkan air bersih. Kalau pun ada tidak bisa dikonsumsi karena airnya berwarna hijau.

Untuk kebutuhan airnya, sebagian warga kini mulai mendatangi sumber-sumber air yang jauh dari rumahnya. Atau mereka meminta kepada warga yang sumurnya masih memiliki air bersih. “Sudah satu minggu ini kita meminta air ke Saung Nirwan. Karena sumur di rumah airnya hijau. Kita setiap pagi dan sore beramai ramai mengantre ambil air bersih itu,” ujar Yadi, salah satu warga.

Tidak hanya sumber mata air saja yang didatangi oleh warga yang membutuhkan air tersebut. Namun, kali atau salursn irigasi yang dinilainya bersih juga dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci. Seperti, sebagian warga yang berada di Desa Kopo. Mereka mengambil air ke kali Cobogo. Meskipun saluran sir itu banyak sampahnya namun warga tetap memanfaatkan air tersebut.

“Tiap pagi saya mengambil air ke kali ini. Memang banyak sampah sih tapi airnya bening. Jadi kami pergunakan saja untuk mandi dan mencuci. Kalo untuk minum kami minta ke tetangga yang sumurnya masih berair,” tutur Rohim.

Sementara itu di Kantor Desa Citeko juga kini kesulitan air bersih. Pihak desa akan mengambil airnya ke sumber mata air yang ada dibawah kantor desa. “Untuk kebutuhan air bersih di kantor desa, kita akan menyedot menggunakan mesin dari mata air yang ada dibawah kantor desa,” pungkas Sekretaris desa Citeko, Firmansah.

** Dadang S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here