Penuhi Kriteria, BPP Cipeucang dan Mandalawangi Jadi Model BPP Kostratani Kabupaten Pandeglang

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mandalawangi dan BPP Kecamatan Cipeucang didaulat menjadi model BPP Kostratani di Kabupaten Pandeglang. Kedua BPP tersebut dinilai berkinerja cukup baik, memenuhi syarat utama dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.  Yakni fasilitas yang sudah memadai dengan adanya listrik, jaringan internet dan memiliki perlengkapan IT. Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Yusral Tahir dalam sosialisasi Kostratani di Pandeglang, Rabu (22/7).

“Berdasarkan hasil survey ke lokasi, kedua BPP ini memenuhi syarat dan kriteria untuk ditetapkan jadi model BPP kostratani.  Atas kesepakatan  bersama antara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang dengan kami dari PPMKP maka ditetapkan BPP Model Kostratani BPP Mandalawangi dan BPP Cipeucang, “ ujar  Yusral.

Hal tersebut disambut baik penyuluh baik di kecamatan Cipeucang maupun Mandalawangi. Dudi Supriyadi, koordinator penyuluh BPP Mandalawangi menuturkan, semua penyuluh di BPPnya siap dan semangat meningkatkan kinerja dan kualitas dalam penguasaan teknologi informasi (TI) dan keahlian lain di bidang teknologi pertanian terbaru.

“Alhamdulillah semakin semangat, apalagi saat ini percepatan teknologi pertanian dipadukan dengan bisnis sangat luar biasa e commerce salah satunya menjadi pendorong untuk penyuluh meningkatkan kualitas dalam penguasaan TI,“ tuturnya. 

Kecamatan yang memiliki luas lahan sawah 1,933 ha dan darat 2,942,6 ha ini memiliki komoditas unggulan padi, untuk tanaman pangan, durian disektor hortikultura, kopi untuk perkebunan dan umbi – umbian talas beneng.

Kantor BPP yang terletak di Jalan Raya Mandalawang-Carita, KM 5, Pandegalang, Banten sudah dilengkapi dengan rumah pintar petani (RPP) serta demplot yang menjadi sarana petani belajar dan sering dijadikan lokasi magang mahasiswa. Tidak hanya itu kecamatan yang memiliki 15 desa dengan enam orang penyuluh ini telah pula merasakan manfaat dari program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP). “Dengan program IPDMIP merasa terbantu dari ketenagaan dengan adanya pendamping. Petani bergerak lagi untuk menata kelompok ,” tuturnya.

Berbeda dengan BPP Mandalawangi, Koordinator Penyuluh BPP Cipeucang Yoyoh Rachmatunnisa mengungkapkan, BPP Cipeucang saat ini sedang dalam tahap identifikasi untuk melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP. “Pelaksanaan SL IPDMIP sudah masuk ke tahap identifikasi  tentang bagaimana kondisi kantor, petani, jaringan internet,fasilitas yang ada di BPP,dan tentang  kelompok tani, “ ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan, Kementan telah menginisiasi pembentukan BPP model Kostratani.  Semangat dan keinginan penyuluh merupakan komponnen penting dalam menunjuk BPP model. Sebab  Kostratani merupakan gerakan pembangunan pertanian dengan basis kecamatan dalam rangka optimalisasi fungsi penyuluh.

Kostratani yang digagas Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo meningkatkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan.

Untuk itu Ia menekankan BPP tidak hanya sebatas ruang lingkup penyuluhan saja sebagaimana selama ini berjalan. Kostratani mewadahi seluruh unsur yang berperan dalam pembangunan pertanian, diantaranya penyuluh, pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT), petugas kesehatan hewan serta unsur lain bahkan lintas sektor. Selain itu, BPP diperankan dalam proses pengumpulan data lapangan yang akurat terpadu dengan BPS. Hal ini bertujuan untuk  untuk sinergi dengan para pihak terkait dalam upaya menuju single data, terutama dengan BPS dan ATR BPN.

Regi/ PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here