Pasien Covid-19 Dekati 100 Ribu

0
48

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pasien positif Covid-19 atau virus Corona di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Kini sudah menjadi 98.778 yang positif Covid-19, sedangkan pasien yang sembuh sebanyak 56.655, dan untuk kasus meninggal dunia sebanyak 4.781. Hal ini berdasarkan data dari https://covid19.go.id/, Minggu (26/7).

Sebelumnya, Sabtu (25/7) tercatat 1.868 kasus baru yang dinyatakan terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut. Berdasarkan data tambahan yang dirilis Satgas Percepatanan Penanganan Covid-19 itu, maka jumlah kumulatif kasus positif Corona di Indonesia meningkat dari 95.418 menjadi 97.286.

Kasus meninggal dunia karena Corona juga meningkat dari 4.665 menjadi 4.714 atau bertambah 49. Sementara pasien sembuh meningkat dari 53,945 menjadi 55.354 atau bertambah 1.409 orang.

Pemerintah baik pusat dan daerah terus mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dan lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga jaga jarak untuk meminimalisir penyebaran virus asal Wuhan, China ini.

Hingga saat ini, pemerintah terus bekerja untuk memerangi Covid-19. Di antaranya dengan menetapkan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional nonalam. Meski demikian, sejumlah daerah mulai melonggarkan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB), salah satunya DKI Jakarta.

Saat ini, Jakarta memasuki babak baru penanganan Covid-19. PSBB yang semula ketat mulai dilonggarkan. Sejumlah sektor yang semula ditutup mulai dibuka kembali. Sejumlah aktivitas yang semula dilarang juga mulai diperbolehkan. Syaratnya, protokol pencegahan penyebaran Covid-19 tetap harus dijalankan. PSBB saat ini menjadi masa transisi menuju kenormalan baru (new normal), transisi menuju masyarakat yang sehat, aman, dan produktif.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta misalnya mengaku telah meningkatkan tes kepada warga Jakarta sebanyak empat kali lipat dari standar WHO. Hasilnya, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jakarta belum aman dari Covid-19.

Anies menjelaskan, WHO telah menetapkan standar dengan 1.000 orang dari 1 juta penduduk untuk dites setiap minggunya. Menurut Anies Jakarta di bawah kepemimpinannya sudah melakukan hal itu.”Bahkan setelah masa PSBB transisi ini kita telah melampaui jumlah standar tes oleh WHO,” jelas Anies melalui channel YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Dalam satu minggu terakhir, menurut Anies pihaknya mengklaim telah melakukan tes kepada 39.268 orang baru. Secara ekuivalen, setara dengan 3.688 orang per 1 juta penduduk dalam satu minggu. Sementara standar WHO adalah 1.000 per 1 juta penduduk dalam seminggu. “Alhamdulillah Jakarta sekarang telah melewati standar jumlah tes ini bahkan sudah melewati hampir 4 kali lipat standar WHO,” tuturnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani mengatakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap melakukan protokol 3M Lawan Covid, yaitu: Memakai masker dengan benar; Menjaga jarak aman 1-2 meter; dan Mencuci tangan sesering mungkin.

“Selain itu, juga tetap menjaga protokol PSBB transisi dengan menjaga kapasitas ruangan 50 % dan pastikan keluar rumah dalam kondisi sehat. Jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tetap melakukan pengawasan ketaatan di berbagai tatanan, seperti mall, objek wisata, dan pasar,” katanya, dalam siaran pers.

“Covid-19 masih ada di sekitar kita, maka kita perlu terus waspada dengan saling mengingatkan kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita untuk tetap melakukan protokol 3M lawan Covid,” imbaunya.

ASS |*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here