Panen Meningkat di BPP Sugio Model Kostratani

0
171

Lamongan | Jurnal Inspirasi

Di beberapa desa di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, tetap melakukan panen padi, meskipun di tengah pandemi Covid-19. Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Model Kostratani Sumardi yang setia mendampingi petani, menjelaskan panen yang dilakukan hari ini hampir sama dengan panen sebelumnya sekalipun dimasa pandemik Covid – 19 petani tetap melakukan panen dengan memperhatikan himbauan dari pemerintah, terutama untuk selalu menjaga jarak.

Hasilnya, dengan menggunakan jenis varietas Inpari 32, para petani di daerah itu mampu menghasilkan gabah padi berkisar 6 sampai 7 ton ini berdasar pada ubinan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 21 Juli tahun 2020 di kelompok tani Damar Kencono Dusun Singgang, Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.

Ubinan dilakukan dengan tujuan untuk menghitung produktivitas padi per hektar dari lahan sawah tersebut. Ubinan dilakukan di lahan sawah milik bapak Suyono yang dijadikan lokasi Dem Plot Petrokimia Kayaku bekerjasama dengan BPP Sugio Model Kostratani.

Adapun hasil ubinan yang diperoleh sebagai berikut : Luas Lahan 0.50 ha, Petak ubinan 2.5 x 2.5 m, Jarak tanam padi sistem tegel (20×20) cm, Berat ubinan 6.9 kg, Jumlah rumpun 145 Jumlah anakan rata-rata 20 dengan perolehan 6 -7 ton gabah kering panen per hektar dan jika dibandingkan panen sebelumnya, maka produksinya stabi.

Diakui bahwa panen kali ini tidak serentak dilakukan seperti biasa, karena jenis varietas yang digunakan antar-desa dan kelurahan berbeda tapi dalam satu hamparan tetap menggunakan bibit yang sama.

Kami sangat bangga kepada petani yang mampu mempertahankan jumlah produksi padi yakni sekitar 6 hingga 7 ton per hektarenya dengan harga jual gabah kering panen berkisar Rp 4.500 sampai Rp 4.600 per kilogramnya,” tutur Sumardi Koordinator BPP Sugio Model Kostratani.

Hal lain menurut Sumardi, keberadaan Waduk Gondang terletak di Desa Gondang Lor dan Desa Deket Agung Kecamatan Sugio, sekitar 19 Km ke arah barat kota Lamongan, telah memberi andil yang besar untuk mengairi persawahan dan pertambakan masyarakat Lamongan.
     
Adanya waduk gondang dirasakan masyarakat setempat sangat membantu, dahulu sebelum ada waduk gondang, wilayah Kecamatan Sugio merupakan wilayah tandus. Dengan adanya waduk gondang, pengairan untuk lahan pertanian masyarakat sudah tercukupi sehingga meningkatkan produktifitas hasil pertanian masyarakat. Kecamatan Sugio adalah salah satu wilayah penyumbang hasil pertanian terbesar pada sektor padi.

Ketua Kelompoktani Damar Kencono Dusun Singgang, Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Suyono mengatakan, anggota kelompoknya agak kesulitan menjalankan instruksi pemerintah untuk tidak ke luar rumah. “Saya dengan petani lain harus mencari nafkah demi pemenuhan kebutuhan hidup keluarga namun kami tetap mengikuti langka-langka dan anjuran tetap hidup sehat dan menjaga jarak,” kata dia.

T2S/WH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here