Penanganan Sampah di Tingkat Desa Masih Lemah

0
47

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Kondisi sampah di tingkat desa hingga kini masih lemah penanganannya. Terbukti, sudut-sudut desa apalagi yang jauh dari pemukiman penduduk kini menjadi tempat pembuangan sampah. Jalan alternatif Cikopo Selatan merupakan ruas jalan yang menjadi sasaran para pembuang sampah yang datang dari berbagai daerah.

Menurut beberapa saksi mata, para pembuang sampah itu memanfaatkan waktu di saat gelap. Pagi setelah subuh merupakan waktu yang selalu dipakai untuk membuang sampah. “Kita sering melihat kendaraan mobil atau motor menurunkan karung atau kantong plastik berisikan sampah. Coba kita lihat sendiri, jalanan Cikopo Selatan pinggirannya dipenuhi oleh onggokan sampah. Dan jika turun hujan, sampah itu hanyut ke kalii,” ujar Edi, warga Kuta, Megamendung.

Terkait masih banyaknya pembuang sampah secara sembarangan, penegakan hukum melalui perda Kabupate Bogor harus kembali diterapkan. Satuan tugas pemantau pembuang sampah secara sembarangan harus kembali disiagakan. “Dulu kita sempat dengar ada satgas untuk menangkap para pembuang sampah secara sembarangan. Coba itu fungsikan kembali dan tangkaplah para pembuang sampah yang mengotori pinggiran jalan atau tempat tempat umum lainnya,” pinta Hamdan, warga Sukamanah.

Sementara itu, terkait sampah yang ditangani oleh pihak UPT Kebersihan Ciawi, hanyalah sampah yang berbayar. Sampah-sampah yang liar diabaikan begitu saja. Sampah liar itu hanya menghilang jika terbawa luapan air hujan yang berdampak terjadinya bencana banjir di hilir sungai.

** Dadang S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here