Operasional Angkutan Belum Stabil

0

Leuwiliang I Jurnal Inspirasi

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kota, maupun Bandung dan Jakarta, telah melumpuhkan operasional beberapa armada bus di Terminal Leuwiliang selama 4 bulan ke belakang.

Kini, tidak hanya armada bus lintas propinsi saja seperti bus CBU Jurusan Jakarta maupun MGI Jurusan Bandung yang lumpuh tidak beroperasi, tetapi juga seluruh kendaraan angkutan umum trayek Leuwiliang – Terminal Bubulak – Terminal  Laladon, maupun Jasinga – Terminal Bubulak – Terminal Laladon, hanya 25 persen yang masuk terminal.

Seperti diungkapkan, petugas Terminal Leuwiliang Wahyu Hidayat. Sejak 1 Juli lalu, keberadaan Terminal Leuwiliang mulai beranjak normal, dimana sebanyak 15 unit armada Bus PO CBU, MGI dan DAMRI mulai beroperasi.

“Sedangkan untuk jumlah angkutan umum berbagai trayek barat masih sekitar  30 persen masuk, termasuk kedatangan penumpang yang masuk terminal,” kata Wahyu Hidayat kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Dari 15 unit armada bus yang beroperasi di terminal Leuwiliang sambung Wahyu, sebanyak 3 unit jurusan Leuwiliang Cikidang Sukahumi, 6 unit bus MGI Jurusan Bandung dan 6 unit lagi bus PO CBU Jurusan Jakarta dan Tanjung Priok.

“Sementara jumlah penumpang bus yang setiap hari datang dan pergi di terminal Leuwiliang, sekarang ada peningkatan hingga 80 persen,” jelasnya.

Kondisi ini lanjut Wahyu dinilai masih belum stabil, mengingat pandemi Covid-19 masih dinyatakan belum aman. “Bisa saja jika pemerintah kembali memberlakukan ketat PSBB karena Covid-19 semakin parah, akan membuat keberadaan bus dan penumpang di terminal  kembali  anjlok. Tapi kami berharap kedepan situasinya semakin aman normal, sehingga Terminal Leuwiliang kembali lancar,” pintanya.

Masih kata Wahyu, untuk jumlah angkutan umum perkotaan hanya jurusan Jasinga-Leuwiliang-Bubulak-Laladon saja yang masuk terminal. Sementara angkot angkot jurusan Ciampea Leuwiliang, Hambaro, Cigudeg, Gobang Rumpin, Purwabakti dan Puraseda masih 10 persen yang masuk terminal.

“Kami dari pihak terminal masih belum dapat memastikan kapan kondisi semua trayek angkutan umum baik angkot maupun bus antarpropinsi di Terminal Leuwiliang kembali normal, kemungkinan jika pandemi Corona sudah berakhir,” tukasnya.

Ajis, penumpang bus MGI Jurusan Bandung saat tiba di Terminal Leuwiliang mengaku senang karena jumlah bus MGI jurusan Bandung kembali stabil. “Alhamdulilah kehadiran bus MGI jurusan Leuwiliang Bandung mulai stabil sehingga saya tidak kesulitan lagi untuk pulang pergi ke Bandung untuk urusan dagang,” ungkapnya.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here