BBPP Batu Giring BPP Kepanjen Jadi Model Kostratani

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Dalam mewujudkan kedaulatan pangan, Kementan tak bertindak sendiri tetapi harus melibatkan semua komponen anak bangsa melalui gubernur, bupati, sampai pada level kecamatan. Dengan demikian  pembangunan pertanian bisa lebih maju sehingga semua program yang ada di Kementan akan mendorong peningkatan produktivitas.

Konstratani merupakan program Kementerian Pertanian untuk lebih mengoptimalkan peran Balai Penyuluh Pertanian yang ada di daerah-daerah. Diantaranya, menggerakan para penyuluh pertanian yang ada di tingkat kecamatan untuk lebih proaktif dalam mendampingi petani agar petani terus memiliki semangat dalam melaksanakan kegiatan mengolah lahan secara optimal dan maksimal peningkatan produksi, produktivitas dan kesejahteraan petani.

Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), merupakan program utama Kementan yang  digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, sebuah gerakan pembaharuan dimana pembangunan pertanian dimulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat Kecamatan. Kostratani akan menjadikan BPP sebagai pusat pembangunan pertanian yang melibatkan seluruh pelaku pertanian yang ada di Kecamatan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan untuk membangun BPP model kostratani, kesiapan sarana dan prasarana di BPP mulai dari jaringan listik, telepon dan internet menjadi suatu keharusan tersedia, karena penyampaian data dan informasi terhubung dengan Agriculture War Room (AWR).

Lebihlanjut Dedi mengatakan Kostratani harus terus berjalan ketidaktersediaan anggaran jangan dibuat alasan untuk tidak terus berusaha membangun BPP. kalau berpikirnya hanya biasa biasa saja itu sudah biasa, sekarang harus berpikir yang luar biasa. Selain itu, penyuluh millenial pun harus ada di dalam BPP yang menjadi Kostratani. Karena keberadaan penyuluh millenial menjadi tujuan dari pembangunan pertanian di masa depan.

Penyuluh dalam Kostratani harus mampu menjadi insan yang handal, tekun, dan profesional. Penyuluh milenial juga harus selalu meng-update teknologi informasi serta mengusai dan mampu mengoperasionalkan seluruh perangkat system yang dipersiapkan oleh Kementerian Pertanian. Pembinaan PPL, Duta Milenial tetap berjalan melalui berbagai kegiatan seperti on line sistem, Bertani On Cloud, ngobras, sapa petani dan lain-lain.

Menyikapi arahan tersebut, Kepalai Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Dr. Wasis Sarjono S.Pt.M.Si, mengatakan sosialisasi merupakan program jangka pendek dari Kementan demi segera mewujudkan kedaulatan pangan dan terdapat sinergi yang tepat mulai dari pusat hingga daerah sesuai harapan Menteri Pertanian.

Sosialisasi BPP Model kostratani langkah awal untuk membawa BPP Kepanjen menatap masa depan untuk membawa masyarakat tani menuju kedaulatan pangan dan sekaligus menjadi contoh untuk penyuluh, petani dan masyarakat lainnya termasuk juga menjadi percontohan untuk BPP lainnya.

T2S/WH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here