Duh, Ada Temuan Covid Namun Tetap Beroperasi

0
44

Bogor | Jurnal Inspirasi
Terminal Baranangsiang, Kota Bogor bisa disebut sebagai klaster penyebaran Covid-19. Pasalnya, terdapat tujuh orang yang terkonfirmasi positif. Kendati demikian, operasional terminal tersebut masih berjalan seperti biasa.

Kepada wartawan, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana B. Pramesti menjelaskan bahwa pengoperasionalan Terminal Baranangsiang akan tetap berjalan dengan diperketatnya protokol kesehatan.

Sehubungan dengan adanya satu orang terkonfirmasi positif yang merupakan unsur perangkat terminal, maka akan ada pergantian petugas yang baru.

“BPTJ akan menunjuk pelaksana harian Koordinator Satuan Pelayanan Terminal dan menyiapkan petugas pengganti yang berasal dari terminal lain yang berada di bawah pengelolaan BPTJ meliputi Terminal Tipe A Jatijajar, Depok, Terminal Tipe A Poris Plawad, Tangerang dan Terminal Tipe A Pondok Cabe, Tangerang Selatan,” ujar Polana, Rabu (15/7).

Menurut dia, untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Terminal Baranangsiang, BPTJ akan melakukan pemeriksaan dan karantina kepada seluruh petugas terminal. Langkah antisipasi juga akan diambil dengan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh pegawai baik yang ada di seluruh terminal maupun kantor pusat BPTJ.

“Hal ini perlu dilakukan mengingat sempat terjadi interaksi antara pegawai yang ada di terminal dengan pegawai yang ada di kantor pusat,” jelasnya.

Kata dia,  potensi penyebaran virus corona dapat terjadi dimana saja dan kepada siapa saja, termasuk pada layanan transportasi publik. Polana menyampaikan bahwa selama ini Terminal Baranangsiang telah konsisten menerapkan protokol kesehatan. Seperti pengecekan suhu, kewajiban memakai masker, penyediaan fasitlitas cuci tangan hingga ketentuan jaga jarak terus dilakukan di lingkungan Terminal Baranangsiang.

Bahkan, kata dia, penyemprotan disinfektan di Terminal Baranangsiang juga secara berkala dilakukan. “Dengan adanya temuan ini, BPTJ bersama seluruh stakeholder di Terminal Baranangsiang akan berupaya untuk lebih memperketat pelaksanaan protokol kesehatan,” paparnya.

Polana menegaskan, temuan kasus ini tidak boleh dianggap remeh. Hal ini juga menunjukkan bahwa potensi penyebaran covid-19 pada layanan transportasi publik masih tinggi sehingga dibutuhkan kedisiplinan dan dukungan seluruh pihak.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here