Dana Dialihkan untuk Covid-19, Ratusan Proyek PUPR Ditunda

0
60

Bogor | Jurnal Inspirasi
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menunda pelaksaan ratusan proyek yang bersumber dari APBD pada tahun ini. Hal itu lantaran dana tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas PUPR, Chusnul Rizaqi mengatakan bahwa pada tahun ini anggaran pekerjaan fisik senilai Rp206 miliar. Dengan rincian Rp189 miliar dari APBD baru terserap Rp91 miliar. Sementara dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp22 miliar.

Sedangkan untuk anggaran yang berumber dari APBD Jawa Barat ada sebesar Rp70 miliar. “Kemudian dana dari DKI Jakarta ada Rp16.5 miliar juga ditarik kembali karena digunakan untuk penanganan Covid-19,” kata Chusnul kepada wartawan, Senin (13/7).

Kata dia, DKI Jakarta mengalokasikan anggaran pada tahun 2020 ke Kota Bogor, rencananya akan digunakan untuk penanganan kolam retensi di Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, dan sisanya untuk penanganan banjir sungai Ciliwung.

Chusnul menegaskan bahwa dampak pandemi memang berdampak besar, tak hanya bagi sektor usaha tetapi pada proyek strategis di Kota Bogor. Kata dia, refocusing dan realokasi anggaran ini, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2020. Dalam instruksi itu disebutkan agar seluruh kepala daerah melakukan percepatan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu.

Lebih lanjut, sambung Chusnul, salah satu proyek straregis yang batal dikerjakan adalah pelebaran Jembatan Otto Iskandardinata. “Desain sudah ada, lelang tahap pertama telah dilakukan. Tapi pekerjaan distop,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika Jabae menunda kegiatan tersebut lantaran keuanganya tidak ada. Selain itu, sambungnya, Pemkot Bogor juga mengkaji kembali rencana lelang di Kota Bogor. Dengan demikian, hal itu berarti rencana pelebaran Jembatan Otto Iskandardinata akan kembali digelontorkan Jabar.

Chusnul menyatakan, Jabarenggelontorkan APBD senilai Rp30 miliar untuk pembangunan jembatan dan pelebaran jalan. Selain itu, Kota Bogor juga menganggarkan Rp10 miliar untuk pembebasan lahan. “Jadi totalnya ada 55 persen anggaran yang ditunda pada tahun 2029, dari pagu yang sudah dianggaran,” paparnya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here