Masuk Kebun Raya Pakai Tiket Online

0
40

Bogor | Jurnal Inspirasi
Kebun Raya Bogor (KRB) kembali dibuka pada pada 7 Juli lalu, setelah tiga bulan lebih tutup lantaran pandemi Covid-19. Pembukaan tersebut dilakukan usaj Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendapat restu dari pemerintah

“Setelah melalui persiapan matang dengan penyiapan sarana dan prasarana sesuai protokol pencegahan penularan Covid-19 yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan juga koordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat. LIPI akan membuka kembali Kebun Raya untuk kunjungan umum dengan Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas sebagai tahap awal,” ujar  Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko kepada wartawan, Kamis (9/7).

Menurut dia, pembukaan ini merujuk pada Surat Keputusan Kepala LIPI Nomor 155/F/2020 tentang Pembukaan Kembali Layanan Kebun Raya di Lingkungan LIPI. Kebun Raya sebagai salah satu platform riset LIPI yang juga difungsikan sebagai wahana eduwisata dengan standar layanan yang lebih baik sesuai dengan protokol kesehatan. LIPI berharap pengunjung dapat mengikuti protokol kunjungan yang berlaku di Kebun Raya untuk bersama-sama membantu mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

“Kami harapkan pengunjung dapat menyesuaikan dengan protokol ini untuk bersama-sama menciptakan lingkungan Kebun Raya yang aman, nyaman, juga ramah lingkungan di semua aspek,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R. Hendrian mengatakan bahwa calon pengunjung harus memastikan dirinya sehat sebelum berkunjung ke Kebun Raya. Selama kunjungan di Kebun Raya pengunjung diwajibkan untuk memakai masker serta selalu menjaga jarak aman. “Kami telah menyediakan fasilitas cuci tangan dengan touchless sanitizer di beberapa titik area, namun kami sarankan pengunjung untuk selalu membawa hand sanitizer sendiri,” paparnya.

Kata dia, guna mengurangi kontak fisik, pembelian tiket masuk Kebun Raya dilayani secara online  yang akan langsung terintegrasi dengan ponsel pintar. “Selama masa transisi ini kunjungan bersifat terbatas hanya untuk dan pembelian tiket secara online dan pemilik kartu member Kebun Raya,” bebernya.

Transaksi non-tunai juga akan diberlakukan di gerai souvenir dan makanan. Selain itu penyemprotan disinfektan ke fasilitas publik seperti toilet, kursi taman, dan mobil wisata juga dilakukan dengan frekuensi sesering mungkin. “Untuk mobil wisata, akan dilakukan pemberlakuan pembatasan kapasitas tempat duduk, juga pembersihan dengan disinfektan setiap selesai satu putaran,” paparnya.

Terkait informasi tentang protokol kunjungan di kawasan Kebun Raya akan dipampang di titik-titik strategis, serta diinformasikan terus menerus secara berkala kepada pengunjung.

Hendrian menerangkan, pembukaan kembali seluruh Kebun Raya yang dikelola LIPI, meliputi Kebun

Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Bali akan dilakukan

bertahap melalui beberapa fase.  “Hal ini untuk memastikan semua protokol yang telah direncanakan dapat dijalankan dengan baik untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa setiap tahunya 1,2 juta orang mengunjungi KRB, dan akibatnya akan ada ekses terhadap Kota Bogor. “Karena itu kami meminta kontribusi KRB dalam mengantisipasi ekses lalu lintas,” katanya.

Pemkot sendiri, kata Dedie, telah membantu KRB dengan menata kawasan sekitar seperti Lawang Saketeng, Suryakencana dan Jalur Sistem Satu Arah (SSA). “Kami mendukung KRB sebagai world heritage,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here